Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Kepala Dispendukcapil Diisi Plt

Keinginan Bupati Memutasi Rudiyanto Tercapai

15 Juli 2019, 21: 47: 20 WIB | editor : Abdul Basri

Bupati Bangkalan

R. Abdul Latif Amin Imron Bupati Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Niat Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron untuk memutasi Rudiyanto sebagai kepala dispendukcapil terwujud. Setelah mendapat izin dari pemerintah pusat, orang nomor satu di pemerintahan di Kota Salak itu langsung mengeksekusi niatnya.

Bupati mengutarakan, Rudiyanto dimutasi menjadi kepala dinas ketahanan pangan. Sementara jabatan kepala dispendukcapil diisi Syamsul Arifin. Namun, kepala BPKAD itu hanya sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dispendukcapil.

”Pak Rudi ke ketahanan pangan. Sedangkan Dispendukcapil Plt Pak Syamsul dari keuangan,” ucap tokoh muda yang karib disapa Ra Latif itu. Dia menyampaikan, alasan Rudiyanto dimutasi karena yang bersangkutan sudah lama di dispendukcapil.

Ra Latif menginginkan ada regenerasi di birokrasi. Karena itu, mutasi dilakukan. ”Mutasi hal biasa dalam pemerintahan. Tujuannya, demi penyegaran dan peningkatan pelayanan,” ujarnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu mengatakan, akan dilakukan lelang terbuka pada jabatan kepala dispendukcapil. Sebab, masih banyak OPD lain yang diisi Plt. Hanya demi roda pemerintahan tetap berjalan, Syamsul menggantikan Rudiyanto. ”Nanti dilelang bersamaan dengan OPD lain. Sekarang masih dalam proses,” katanya.

Yang jelas, lanjut dia, panitia seleksi (pansel) lelang jabatan sudah terbentuk. Tinggal tahap pendaftaran pejabat yang memenuhi syarat untuk ikut lelang terbuka. ”Ikuti saja dulu proses lelang, nanti kami tentukan pejabat yang benar-benar tepat dan sesuai keahliannya,” tandas Ra Latif.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, sudah seharusnya pemkab mengisi pejabat definitif. Sebab, terlalu banyak OPD yang diisi pelaksana tugas (Plt). ”Harus segera karena kabarnya ada belasan OPD masih diisi Plt,” ucapnya.

Mutasi dan pelantikan pejabat sudah dilakukan beberapa kali. Tetapi, masih ada yang kosong dan tidak diisi pejabat definitif. ”Katanya ada pejabat yang belum dapat tempat. Mestinya, itu disegerakan,” pungkas Fatkurrahman. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia