Minggu, 15 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Kasus Penganiayaan Istri Siri Anggota Dewan Berlanjut

15 Juli 2019, 10: 43: 42 WIB | editor : Abdul Basri

Kasus Penganiayaan Istri Siri Anggota Dewan Berlanjut

Share this      

PAMEKASAN – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari berlanjut. Polisi segera meminta keterangan tambahan dari HS (inisial), istri siri Hadari yang mengaku menjadi korban.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno menegaskan, laporan dugaan penganiayaan itu berlanjut. ”Ada keterangan yang belum lengkap,” ungkap dia kemarin (14/7).

Namun, pelapor belum bisa dimintai keterangan lantaran ada di luar kota. Informasi yang diterima, HS ada di Bandung sehingga belum bisa dimintai keterangan tambahan yang dibutuhkan polisi.

Menurut Hari, kasus yang dilaporkan pada April lalu itu hampir tuntas. Jika keterangan tambahan dari HS lengkap, tidak menutup kemungkinan akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Di tempat terpisah, Muslim selaku pengacara HS mengaku baru saja berkoordinasi dengan polisi terkait keterangan apa saja yang perlu dilengkapi. ”Sudah kami koordinasikan,” katanya.

Keterangan tersebut akan segera dilengkapi. Tujuannya, agar kasus penganiayaan yang diduga dilakukan politikus Nasdem itu segera tuntas. HS berharap kasus tersebut tetap lanjut ke meja hijau.

Muslim menyampaikan, beberapa waktu lalu HS membuka ruang damai. Namun, pihak Hadari seperti tidak ada iktikad baik terhadap sinyal damai yang dibuka perempuan asal Sumenep tersebut.

Justru, Hadari menyampaikan hal yang tidak semestinya. Yakni, anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu mengaku tidak memiliki urusan dengan pengacara HS. ”Padahal kami ini pengacara HS,” ujarnya.

Akibatnya, pintu damai yang dibuka itu ditutup kembali. HS meminta kasus hukum itu segera dilimpahkan ke kejaksaan. ”Kami minta kasus ini dilanjut,” tegas Muslim.

Sementara itu, Sulaisi Abdurrazaq selaku kuasa hukum Hadari menghormati proses hukum yang berlangsung. Hanya, dia berharap pasal yang diterapkan sesuai dengan fakta hukum, bukan dengan niat memberatkan.

Mengenai pintu damai yang dibuka HS, Sulaisi mengaku sempat ada komunikasi melalui mediator. Namun, mediasi itu gagal lantaran ada upaya kapitalisasi di luar kemampuan.

Dengan demikian, pihak Hadari memilih tidak melanjutkan upaya mediasi tersebut. Dia memilih mengikuti proses hukum. ”Kami melihat ada unsur tertentu di luar perkara yang mereka target,” tuturnya.

Untuk diketahui, Hadari dilaporkan ke polisi oleh HS pada Selasa (9/4) lalu. Laporan itu teregister dengan nomor LP/95/IV/2019/JATIM/RES PMK. Laporan tersebut terkait dugaan penganiayaan. HS yang mengaku menikah secara siri dengan Hadari kerap dipukul dan pernah digigit lengan kirinya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia