Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features

Kekompakan Warga Desa Banyusokah Memperbaiki Jalan Rusak

Siang Bertani dan Nguli, Malam Gotong Royong

13 Juli 2019, 17: 31: 42 WIB | editor : Abdul Basri

SWADAYA: Warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Sampang, gotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak, Kamis malam (11/7).

SWADAYA: Warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Sampang, gotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak, Kamis malam (11/7). (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

Pemerintah memang sudah banyak mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur. Namun, tidak semua jalan sudah mulus. Bahkan, ada yang belasan tahun tidak tersentuh perbaikan.

RUSYDI ZAIN, Sampang

PEKERJAAN paling membosankan adalah menunggu. Itulah yang diucapkan pertama kali oleh warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang, Sampang, ketika ditemui Kamis malam (11/7). Malam itu mereka sedang memperbaiki jalan kabupaten.

Bukan tanpa alasan warga mengucapkan kalimat itu. Warga Desa Banyusokah memang sudah lama mengharap kehadiran pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak. Lebih kurang selama tiga belas tahun.

Hingga akhirnya warga sepakat untuk sumbangan dan memperbaiki sendiri jalan kabupaten yang rusak tersebut dengan cara swadaya. Tak perlu peralatan canggih seperti yang biasa dipakai oleh kontraktor.

Cukup menggunakan cangkul, sekrup, gerobak sorong, semen, batu, dan kerikil serta pasir hitam yang dimiliki oleh warga. Belasan warga berkumpul usai melaksanakan salat Isya. Satu per satu mulai datang ke lokasi jalan yang berlubang dan rusak parah. Lalu, di sanalah adonan material seperti semen, pasir, dan batu dibuat.

Saiqul Bahri, warga Desa Banyusokah, mengaku jenuh menunggu kehadiran pemerintah. Menurut dia, jalan penghubung antardesa yang juga menjadi satu-satunya jalan alternatif tersebut sudah lama rusak. ”Terakhir jalan diaspal itu sekitar tiga belas tahun yang lalu. Sampai sekarang tak disentuh aspal lagi,” terangnya.

Sepanjang jalan tersebut sudah banyak yang berlubang dan rusak. Kerusakan jalan saat ini cukup parah. Dengan begitu, warga berinisiatif untuk memperbaiki sendiri.

Perbaikan jalan sudah dilaksanakan sejak satu minggu lalu. Saat ini perbaikan jalan sudah hampir tuntas. ”Lebih kurang sudah 500 meter yang diperbaiki sendiri oleh warga. Hasil sumbangan,” paparnya.

Perbaikan jalan tersebut sengaja dilakukan pada malam hari. Sebab, jika dilakukan siang tidak memungkinkan karena warga setempat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. ”Kalau siang banyak warga yang tidak bisa. Mereka harus ke sawah mengurus lahan pertaniannya dan ada yang jadi kuli,” paparnya.

Saat ini kerusakan jalan sebagian sudah diperbaiki. Namun, masih banyak kerusakan di akses jalan tersebut tak diperbaiki. Sebab, dana dan sumbangan yang dikumpulkan tidak cukup.

”Jika pemerintah tetap tidak mau hadir, ya kami akan terus menggalang sumbangan untuk memperbaiki sendiri jalan yang rusak ini,” paparnya.

Saiqul  berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju lahan pertanian. ”Semoga pemerintah terketuk hatinya dan segera hadir untuk memperbaiki jalan ini,” harapnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustafa berjanji akan menindaklanjuti kerusakan jalan tersebut. Pihaknya akan segera menganggarkan untuk perbaikan. ”Akan kami tindak lanjuti. Jika memang itu masuk jalan kabupaten, kami akan minta tim untuk segera meninjau ke lokasi,” janjinya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia