Sabtu, 24 Aug 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Muaythai Pamekasan Berikan Bukti, Ukir Prestasi Tertinggi di Porprov

Skuad Minimal, Hasil Maksimal

12 Juli 2019, 19: 15: 42 WIB | editor : Abdul Basri

APRESIASI: Dari kiri, Pelatih Ary Budiarto, Fikri Adi, Sekretaris Umum KONI Pamekasan Moh. Farid, peraih emas Ali Nizar, dan peraih perunggu Ragata Daksa Prasiddha (tiga dari kanan) berfoto bersama di WEP 1 Poesponegoro Gresik kemarin (11/7).

APRESIASI: Dari kiri, Pelatih Ary Budiarto, Fikri Adi, Sekretaris Umum KONI Pamekasan Moh. Farid, peraih emas Ali Nizar, dan peraih perunggu Ragata Daksa Prasiddha (tiga dari kanan) berfoto bersama di WEP 1 Poesponegoro Gresik kemarin (11/7). (MUAYTHAI PAMEKASAN For RadarMadura.id)

Share this      

Cabang olahraga (cabor) Muaythai menjadi harapan baru bagi Kabupaten Pamekasan. Baru tiga tahun berdiri, cabor yang dinakhodai Muhammad Kuswadi itu menorehkan prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim .  

.................................

KONTINGEN muaythai cukup kecil dibandingkan cabang olahraga (cabor) lain. Hanya empat atlet yang berangkat ke Gresik, lokasi dilaksanakan kompetisi olahraga paling akbar tingkat provinsi tersebut. Namun, hasilnya cukup memuaskan.

Di sektor putra, terdapat tiga atlet. Yakni, Ali Nizar yang turun di kelas -60 kg, Ragata Daksa Prasiddha di kelas -54 kg, dan Moh. Subaidi di kelas -51 kg. Sementara di sektor putri diwakili Alfiyatus Solehah di kelas -45 kg.

Dari empat atlet tersebut, dua di antaranya meraih hasil maksimal. Ali Nizar berhasil meraih medali emas. ”Di final melawan atlet hebat dari Kabupaten Blitar dengan skor 5-0 selama 3 ronde di atas ring,” kata Ary Budiarto, pelatih muaythai Pamekasan kemarin (11/7).

Satu medali lagi disumbangkan Ragata Daksa Prasiddha. Atlet yang turun kelas -54 kg itu sukses meraih medali perunggu. Menurut Ary, Ragata menyerah di semifinal di ronde pertama dari atlet Banyuwangi. Sebab, pergelangan lutut kanan cedera. Dengan begitu, dia tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Ary mengapresiasi capaian tersebut. Dia berharap dengan kesuksesan para atlet meraih emas di porprov, semakin banyak remaja di Kota Gerbang Salam dan Madura pada umumnya yang ingin menggeluti olahraga keras tersebut.

Menurut Ary, pemuda Madura memiliki potensi yang cukup bagus. Sebab, memiliki fisik yang baik. Rata-rata atlet muaythai berasal dari berbagai cabor bela diri. Seperti, karate, taekwondo, dan wushu, sehingga memiliki fisik dan stamina yang bagus.

Namun, tidak semua atlet bela diri bisa masuk. Sebab, berlatih muaythai tidak gampang. Butuh fokus untuk berlatih teknik. Stamina atlet juga harus selalu prima.

”Atlet bertanding selama tiga ronde. Dalam satu ronde ada 3 menit. Walaupun punya teknik bagus, tapi stamina tidak ada, jebol juga. Paling utama kemampuan tubuh. Harus kebal pukulan dan tendangan,” jelas Ary saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura.

Perhatian pemerintah cukup bagus. Sejumlah fasilitas diberikan. Khususnya dalam persiapan porprov. Namun, perhatian tersebut sebatas cabor baru. ”Kami diminta membuktikan di porprov. Ketika di porprov berhasil, KONI berjanji merealisasikan kebutuhan latihan kami,” tuturnya.

Dijelaskan, sebagai cabor baru, fasilitas yang dimiliki muaythai sangat minim. Selama persiapan porprov, pihaknya meminjam matras cabor karate. Namun, hanya berlaku selama pemusatan latihan kabupaten (puslatkab). Setelah porprov berakhir, akan kembali diambil alih karate. Ary berharap, ke depan bisa punya matras sendiri.

Pihakya juga berharap, bisa memiliki ring sendiri. Menurut Ary, berlatih di matras tidak sama dengan bertanding di ring. Tapi, diakui harga ring cukup mahal. ”Kami berharap satu per satu bisa dipenuhi. Matras dulu, berikutnya kami bisa punya ring,” harapnya.

Selain itu, pria yang juga pelatih karate itu berharap ke depan bisa menggelar kejuaraan. Dengan demikian, warga Pamekasan bisa menonton langsung, termasuk Bupati Baddrut Tamam. ”Apalagi saat ini lagi booming olahraga full body contact,” terangnya.

Sekretaris Umum KONI Pamekasan Moh Farid memberikan langsung bonus kepada dua atlet berprestasi tersebut. Farid mengku bersykur dengan raihan anak asuhnya. ”Syukur alhamdulillah dua medali sekaligus disumbangkan cabor muaythai,” ujar pria yang juga koordinator kontingen Proprov Pamekasan di Gresik tersebut.

Farid berharap,  atlet yang sudah menyumbang medali emas pada porprov tahun ini mempertahankannya prestasinya pada kejuaraan selanjutnya.  Sedangkan,  yang mendapatkan medali perak ditingkatkan. ”Semoga tidak hanya atlet ini yang muncul. Ada lagi bibit-bibit lain ke depan memberikan prestasi terbaik,” harapanya. (ad)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia