Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Target Bebaskan 1.200 Hektare Lahan

Baru Terealisasi 45 Hektare

12 Juli 2019, 16: 11: 11 WIB | editor : Abdul Basri

GAYENG: Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di BPWS kemarin.

GAYENG: Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di BPWS kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menargetkan bisa membebaskan lahan seluas 1.200 hektare. Pembebasan lahan berada di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) dan Kawasan Khusus Madura (KKM). Hingga saat ini, baru 45 hektare yang bisa dibebaskan.

Lahan 600 hektare di KKJSM bakal dibangun beberapa infrastruktur. Antara lain, 116 hektare permukiman, 320 hektare kawasan industri, dan 52 hektare central business district (CBD). Kemudian, 52 hektare untuk fasilitas umum (fasum), rest area 40 hektare, dan wisata pesisir 20 hektare. Kemudian, gubernur Jatim juga akan membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) dan membutuhkan lahan sekitar 101 hektare.

Di KKJM BPWS baru dirampungkan beberapa infrastruktur. Yakni, peningkatan jalan, proyek jalan pendekat overpass II, dan pembangunan SPAM. Lalu, lanskap dan pagar rest area.

Sementara 600 hektare KKM di Kecamatan Klampis bakal dibangun Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Perinciannya, 363 hektare kawasan industri dan pergudangan, 159 hektare permukiman, dan 78 hektare CBD. Kawasan pantai akan dibangun penunjang pelabuhan.

Selain itu, bakal dibangun jalan tol penghubung KKJSM dengan KKM. Jalan akan dibangun dari pertigaan Tangkel menuju Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Pembebasan KKM dan jalan tol belum dilakukan. Untuk mewujudkan itu, semua dibutuhkan Rp 82,02 triliun.

Grand design dan capaian kerja BPWS itu terungkap dalam kunjungan Komisi V DPR RI kemarin (12/7). Anggota Komisi V DPR RI Hengky Kurniawan meminta BPWS konsisten mengembangkan kawasan Suramadu sisi Madura. Namun, ada beberapa program yang menyebar ke titik lainnya.

Dia menyebut perencanaan tidak konsisten dan kehilangan identitas Madura. Padahal, identitas Madura sangat penting. Pembangunan infrastruktur harus mewakili identitas atau memiliki corak Madura.

Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur ekonomi. Masyarakat perlu berpenghasilan dan harus ada lapangan pekerjaan. ”Itulah yang harus diciptakan BPWS,” terangnya.

Artinya, jelas dia, harus ada cara untuk menarik investasi atau orang berbelanja di Madura. Mereka tertarik berbelanja di Madura kalau ada identitas budaya Madura. Misalnya, pembangunannya jangan modern. Harus ada unsur atau corak budaya Madura.

Jika dibangun gedung-gedung modern bakal mubazir. Sebab, perkembangan kios-kios di mal banyak mati. Mal-mal saat ini hanya dijadikan pusat kuliner. ”Komisi V sebenarnya targetnya tidak muluk-muluk. Bagaimana bisa bermanfaat bagi warga Madura,” terangnya.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mendukung rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dan IISP. Dua program tersebut layak menjadi proyek strategis nasional. ”Pokoknya yang diusulkan ibu gubernur itu yang kami dorong,” singkatnya.

Sekretaris BPWS Sidik Wiyoto menyatakan, masukan anggota DPR RI sangat baik bagi BPWS. Namun yang jadi kendala BPWS, tidak memiliki pimpinan definitif hampir 7 tahun. Jika BPWS memiliki pimpinan definitif, lebih cepat dilakukan pembangunan.

Pihaknya memiliki masterplan pengembangan kawasan industri untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Adanya industri harus berjalan selaras dengan pembangunan perumahan. Sebab, industri sulit berjalan jika tidak ada rumah. ”Jadi, harus saling mengisi,” terangnya.

Perencanaan pembangunan Madura bukan hanya animasi. Namun, ada perencanaan yang telah dibuat oleh pihak profesional. Selain terkendala pimpinan tak kunjung definitif, BPWS terkendala pembebasan lahan. ”Alhamdulillah akhir 2016 kami sudah mulai,” ucapnya.

BPWS sudah menyiapkan sekitar 150 konter untuk mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL). Namun, konter tersebut belum bisa ditempati lantaran masih ada pembenahan. ”Insyaallah tahun depan sudah bisa dimanfatakan,” jelasnya.

Penyediaan air bersih telah dibangun SPAM dengan daya pompa 100 liter per detik. Pihaknya sudah melakukan analisis. Kebutuhan air kawasan industri sekian liter dan kawasan perumahan sekian liter.

Pria berkacamata itu sangat bersyukur karena gubernur Jawa Timur juga meminta ada kalobarasi program spektakuler. Yakni, rencana pembangunan IISP di KKJSM sisi timur dan membutuhkan lahan 101 hektare. ”Ini gayung bersambut,” tutupnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia