Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Perpustakaan Keliling Belum Sentuh Kepulauan

12 Juli 2019, 15: 33: 53 WIB | editor : Abdul Basri

JENDELA DUNIA: Anak membaca buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling di Taman Pottre Koneng, Sumenep, Minggu (30/6).

JENDELA DUNIA: Anak membaca buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling di Taman Pottre Koneng, Sumenep, Minggu (30/6). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk meningkatkan minat baca masyarakat masih berkutat di daerah daratan. Pasalnya, pengoperasian mobil perpustakaan keliling (pusling) belum menyentuh kepulauan. Padahal, Sumenep memiliki 48 pulau berpenghuni.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sumenep Ahmad Masuni mengakui, peningkatan minat baca masyarakat belum menyentuh kepulauan. Dia tidak memungkiri mobil puslinghanya beroperasi di daratan.

Masuni berdalih selama ini lembaganya terkendala anggaran untuk pengoperasian mobil pusling kepulauan. Dia berjanji akan mengajukan anggaran agar ada penambahan saran dan prasarana (sarpras) serta biaya akomodasi untuk menyasar kepulauan. ”Kita membutuhkan dorkas untuk yang di kepulauan agar mudah masuk perkampungan,” katanya kemarin (11/7 ).

Masuni mengkalaim lembaganya mulai akan merancang konsep untuk mengirim kendaraan perpustakaan agar masuk kepulauan. Kendaraan yang akan digunakan berupa dorkas. ”Agar masyarakat mudah membacanya,” ucap mantan kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) itu.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Suroyo mengaku miris lantaran selama ini tidak ada pusling di kepulauan. Dia menuding pemerintah tidak serius meningkatkan minat baca masyarakat. ”Jangan anaktirikan yang di kepulauan. Mereka sama-sama masyarakat Sumenep yang juga butuh perhatian,” katanya.

 Dia mendesak pemerintah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat. Terutama dalam pelayanan peningkatan minat baca. Dia meminta pemerintah memiliki skedul dalam pengoperasian mobil pusling di wilayah kepulauan. ”Pemerintah harusnya menjadwalkan kapan yang kepulauan dan kapan di daratan,” sarannya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia