Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pasar Tanah Merah Hendak Dibangun, Persada Lurug Kantor DPRD Bangkalan

11 Juli 2019, 11: 37: 50 WIB | editor : Haryanto

AUDIENSI: Persada saat menyampaikan aspirasi di gedung dewan, Rabu (10/7).

AUDIENSI: Persada saat menyampaikan aspirasi di gedung dewan, Rabu (10/7). (Fikri Mahtub/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Sejumlah massa yang tergabung dalam Perkumpulan Sahabat Pedagang (Persada) mendatangi kantor DPRD Bangkalan. Mereka melayangkan protes terkait dengan rencana pembangunan Pasar Tanah Merah.

Saat menyampaikan aspirasi, Persada menyatakan keberatan dengan pembangunan Pasar Tanah Merah. Salah satu alasannya, pedagang ingin tetap berjualan. Alasan lain, pembangunan berlangsung selama empat bulan.

Arif Rahman Hakim, juru bicara Persada menuturkan, pihaknya berharap pemerintah mematangkan rencana pembangunan Pasar Tanah Merah tersebut. Sehingga, tidak merugikan pedagang.

SUARAKAN ASPIRASI: Persada saat foto bareng di halaman kantor dewan.

SUARAKAN ASPIRASI: Persada saat foto bareng di halaman kantor dewan. (Fikri Mahtub/RadarMadura.id)

"Mohon komisi B mengawal dengan serius. Kalau rencana belum matang, ditunda (pembangunan Pasar Merah, Red). Jangan sampai pedagang bingung mau berjualan dimana," ujarnya.

Arif menambahkan, pihaknya meminta kepada pemerintah agar tidak mengurangi luas lahan yang sudah ditempati para pedagang. Jika terjadi pengurangan, pedagang akan dirugikan.

"Informasinya, lahan yang disediakan nanti tidak sama. Kalau ukurannya disamaratakan, kita akan bingung. Kita akan bayar per meter kok. Cuman, ukuran lahan yang sekarang jangan dikurangi. Kita nggak minta tambah, tapi harus sama," imbuh Arif.

Muhlis Suryani, anggota Komisi B DPRD Bangkalan menyatakan, pihaknya akan mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat. Sehingga, pembangunan Pasar Tanah Merah tidak menyisakan konflik.

"Ini sudah menjadi berita nasional (kemacetan arus lalu lintas, Red). Karena itu, gubernur meminta agar Pasar Tanah Merah direhabilisi. Tujuannya ya itu tadi, untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di Tanah Merah," tegasnya.

Menurut Muhlis Suryani, rencana pembangunan Pasar Tanah Merah tersebut konon akan  memakan biaya sekitar Rp 20 miliar. "Dana proyek pembangunan pasar dianggarkan Pemprov Jawa Timur. Pembangunannya akan memakan waktu hingga Desember," tandasnya. (Fikri Mahtub)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia