Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Berharap Harga Garam Rp 1.000 Per Kilogram

11 Juli 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MELIMPAH: Pekerja mengangkut garam di wilayah Kecamatan Pangarengan, Sampang, kemarin.

MELIMPAH: Pekerja mengangkut garam di wilayah Kecamatan Pangarengan, Sampang, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – PT Garam (Persero) dengan perwakilan petani dan supplier sudah membangun kesepakatan harga garam untuk wilayah Sampang. Mereka sepakat garam kualitas 1 (K-1) dipatok Rp 700 per kilogram. Patokan ini pun menimbulkan reaksi dari para petani.

Seorang petani garam di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Pangarengan, Imron, 57, mengaku bahwa angka Rp 700 belum berpihak kepada petani. Sebab, harga tersebut merupakan patokan di gudang garam. Dengan demikian, ketika supplier membeli garam di tingkat petani, harganya lebih murah lagi.

Dia berharap harga garam lebih tinggi lagi. Dia mengacu pada harga sekitar tiga tahun lalu. Saat itu satu ton bisa mencapai Rp 4 juta atau per kilogram Rp 4.000. ”Sekarang petani banyak yang mengeluh karena harga garam tidak begitu menjanjikan keuntungan,” kata Imron kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (10/7).

Hal senada disampaikan Kabid Perikanan dan Budi Daya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud. Menurut dia, PT Garam dengan perwakilan petani memang telah membangun kesepakatan harga Rp 700 per kilogram. Harga tersebut sudah lebih tinggi di atas pasar. Sebab, saat ini rata-rata harga garam Rp 600 per kilogram.

”Sudah disepakati, PT Garam mengacu pada harga pasar karena memang ada surat dari menteri BUMN bahwa penyerapan garam ini memperhatikan mekanisme pasar,” jelas Mahfud. ”Kami sebenarnya memperjuangkan harga yang layak di atas harga yang sudah disepakati. Tapi, yang punya uang menetapkan kesanggupannya hanya di situ,” tambahnya.

”PT Garam menyepakati harga Rp 700 sudah di atas harga pasar. Tapi kalau saya mintanya di atas pasaran yang ada. Paling tidak Rp 1.000 per kilogram,” harapnya. Mahfud memaklumi ketentuan harga yang ditetapkan PT Garam. Sebab, kebijakan harga berada di pemerintah pusat. PT Garam dalam hal ini hanya menjalankan fungsinya menyerap garam rakyat.

”Kalau ke kementerian mungkin bisa dinaikkan harganya. Kalau di sini acuannya surat dari kementerian,” tegasnya.

Kepala Bagian Penyerapan Garam PT Garam (Persero) Moh. Hatip menyatakan, pihaknya mengacu pada mekanisme pasar dalam menentukan harga. Tetapi, Rp 700 itu sudah melebihi harga pasar. Di pasaran rata-rata harga garam Rp 600.

Sejauh ini, PT Garam hanya membeli garam K-1. Untuk garam K-2 dan K-3 belum dibeli oleh PT Garam. ”Yang disepakati pembelian K-1,” jelasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia