Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Lagi, Wings Air Batalkan Penerbangan

Bupati-Wabup Ingin Kembali Ramai

11 Juli 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Warga berjalan di sekitar landasan Bandara Trunojoyo, Sumenep, kemarin.

SEPI: Warga berjalan di sekitar landasan Bandara Trunojoyo, Sumenep, kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Aktivitas penerbangan di Bandara Trunojoyo, Sumenep, semakin memprihatinkan. Untuk kali kesekian, pesawat Wings Air membatalkan penerbangan rute Surabaya–Sumenep dan sebaliknya kemarin (10/7). Sebab, jumlah calon penumpang yang menggunakan transportasi udara tersebut sangat minim.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono. Minat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan penerbangan di Sumenep kian miris. Beberapa pekan terakhir tidak ada penumpang yang terbang dari Sumenep–Surabaya. ”Dari Surabaya calon penumpang di bawah 10 orang. Jadi, penerbangannya dibatalkan. Jumlah penumpang tidak sebanding dengan biaya operasional,” ungkapnya.

Jika pesawat komersial memaksakan terbang dengan jumlah penumpang yang sedikit, jelas rugi. Karena itu, maskapai Lion Air Group itu memilih membatalkan penerbangan. Kondisi tersebut, lanjut Indra, menunjukkan bahwa penerbangan di Sumenep kian lesu. Jumlah penumpang selama 2019 terus merosot. Padahal, Wings Air sudah menjadwalkan penerbangan Surabaya–Sumenep setiap hari.

”Tapi kalau penumpangnya tidak ada, siapa yang mau diangkut? Pesawat itu terbang bukan pakai air, tapi bahan bakar. Biaya operasionalnya besar,” keluh Indra.

Dia berharap masyarakat Sumenep bisa memperhatikan kondisi tersebut. Mengingat, satu-satunya bandara di Madura hanya ada di Kota Keris. ”Dukungan pemerintah daerah juga sangat menentukan keberlangsungan bandara ini,” ujarnya.

Station Manager Wings Air Sumenep Bayu Kristanto juga tidak menampik lesunya penerbangan di Bandara Trunojoyo. Pembatalan penerbangan mulai awal Juli 2019 sudah tiga kali. Tercatat pada tanggal 2, 5, dan 10 Juli 2019.

Jika jumlah penumpang terus menurun, diperkirakan, Wings Air tidak menjadwalkan penerbangan setiap hari. Bahkan, pihaknya berpotensi tidak akan melayani penerbangan lagi ke Sumenep jika kondisi tersebut berlanjut. ”Tapi, mudah-mudahan tidak sampai seperti itu,” harapnya.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengaku sudah sering melakukan berbagai upaya ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan transportasi udara. Termasuk mengimbau semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar menggunakan jalur udara jika melakukan perjalanan dinas ke Surabaya.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu memaparkan, semua elemen masyarakat harus berpartisipasi. Salah satunya pengusaha. Dia mengimbau agar memanfaatkan transportasi udara jika melakukan perjalanan bisnis antarkota. Dengan begitu, penerbangan di Bandara Trunojoyo kembali ramai. ”Jangan sampai penerbangan di Sumenep berhenti karena kurangnya jumlah penumpang,” imbaunya.

Wabup Achmad Fauzi mengatakan, Pemkab Sumenep terus berusaha agar pelayanan penerbangan kembali ramai. Dia mengakui, saat ini kondisi penerbangan masih lesu. Tidak hanya di Sumenep. Kondisi tersebut terjadi di seluruh Indonesia. Peminat transportasi udara menurun. ”Kami terus coba mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan jalur udara. Pasti dibutuhkan masyarakat. Tinggal menunggu waktu saja,” tandasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia