Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Cegah Kakaktua Jambul Kuning Punah

10 Juli 2019, 14: 45: 45 WIB | editor : Abdul Basri

LANGKA: Dua ekor kakaktua jambul kuning berada di atas pohon di Desa/Pulau Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep.

LANGKA: Dua ekor kakaktua jambul kuning berada di atas pohon di Desa/Pulau Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep. (RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Keberadaan burung kakaktua jambul kuning di Sumenep di ambang kepunahan. Saat ini jumlah hewan yang masuk dalam satwa langka itu tinggal puluhan. Pemerintah perlu serius mengawasi keberlangsungan satwa yang hanya bisa ditemukan di Kepulauan Masalembu tersebut.

Kasi Konservasi Wilayah IV Madura Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Joko Widodo tidak memungkiri kakaktua jambul kuning berada di ambang kelangkaan. Menurut dia, populasi kakaktua jambul kuning di Masalembu hanya tersisa 25 ekor. ”Ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi,” ucapnya kemarin (9/7).

Jokowi mengatakan, keberadaan kakaktua jambul kuning meningkat dalam satu dekade terakhir. Pasalnya, kakaktua jambul kuning sempat tersisa lima ekor karena sering diburu karena mahal. ”Pada tahun 80-an, jumlahnya ribuan. Terus berkurang sampai tersisa lima. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi 25,” ujarnya.

Pria asal Solo itu mengklaim, pihaknya banyak melakukan upaya pelestarian terhadap satwa langka tersebut. Di antaranya, melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat agar ikut berperan aktif melakukan peletarian.

Selain itu, BBKSDA melakukan penanaman pohon yang menjadi habitat kakaktua jambul kuning. Juga membuatkan sarang buatan agar kakaktua jambul kuning bisa hidup nyaman di alam liar. ”Salah satunya, penanaman pohon kelapa yang menjadi habitatnya,” tuturnya.

Pemprov Jatim menggagas wisata untuk menjadikan Desa Masalima sebagai wisata kawasan ekosistem esensial. Pihaknya barharap, rencana itu dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Terlebih saat masyarakat mulai memproduksi sabun mandi bermotif kakaktua jambul kuning.

”Semoga nanti juga ada multiplier effect untuk wisata alamnya, apalagi Sumenep memiliki potensi wisata alam,” kata Jokowi.

Pihaknya sudah menggandeng Pemkab Sumenep untuk mengembangkan kawasan ekosistem esensial dan wisata alam itu. Jokowi menyebut perlu peran banyak instansi untuk mengembangkan kawasan ekosistem esensial tersebut.

”Yang dibutuhkan bukan hanya peran dinas lingkungan hidup (DLH), melainkan ketenagakerjaan untuk pembinaan IKM-nya, dinas pekerjaan umum untuk pembangunan sarprasnya,” tuturnya.

Kepala DLH Sumenep Koesman Hadi menyambut baik rencana tersebut. Pihaknya menyadari, untuk mewujudkan kawasan ekosistem esensial, membutuhkan peran banyak instansi di lingkungan Pemkab Sumenep. ”Kami akan presentasikan kepada bupati rencana tersebut karena lintas sektoral,” ujarnya.

Mantan kepala diskominfo itu berharap rencana itu berdampak postif terhadap keberlangsungan kakaktua jambul kuning dan peningkatan perekonomian masyarakat. ”Keberadaan kakaktua jambul kuning menjadi kekayaan tersendiri untuk Kabupaten Sumenep,” tukasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia