Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Satu Keris Bisa Seharga Ratusan Juta

10 Juli 2019, 14: 30: 42 WIB | editor : Abdul Basri

KREATIF: Warga Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, membuat keris di samping rumahnya kemarin.

KREATIF: Warga Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep, membuat keris di samping rumahnya kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Selain sebagai bentuk pelestarian, usaha pembuatan keris terbilang cukup menguntungkan. Di Sumenep, mayoritas warga Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, menggeluti usaha ini. Satu keris hasil karya masyarakat desa wisata ini memiliki nilai rupiah yang tergolong tinggi.

Menurut Suddin, salah seorang pembuat keris, ada banyak jenis keris yang diproduksi. Setiap harga keris ditentukan berdasarkan bentuk atau pamor. Keris yang paling mahal di antaranya memiliki pamor kalare dan jungjung derajat manggar. Itu pun bentuk dari pamor keris harus sesuai pakem yang ditentukan.

”Bisa Rp 50 juta sampai Rp 75 juta. Pembuatannya bisa sebulan. Soalnya sangat hati-hati. Kalau rusak atau pamornya tidak sesuai, dikembalikan. Harus buat dari awal,” ungkapnya kemarin (9/7).

Pria asal Dusun Duko, Desa Aeng Tongtong, itu memaparkan, membuat keris dengan kualitas bagus tidak mudah. Berbeda dengan keris biasa. Pembuatannya tidak terlalu memakan waktu lama.

”Yang biasa paling murah Rp 1 juta. Pamornya seperti malathe tompang. Macam-macam,” papar Suddin di sela-sela aktivitasnya membuat sarung keris.

Selain kualitas bagus, teknik pemasaran juga menentukan harga. Jika memiliki lobi-lobi yang baik dengan pemesan, nilai rupiah keris bisa tembus ratusan juga. Beberapa waktu lalu, kata Suddin, salah seorang warga sempat menjual keris dengan harga Rp 150 juta.

”Harga keris saat ini semakin menanjak. Karena sudah banyak yang kenal dan kerisnya bagus. Keris Aeng Tongtong semakin mahal,” ujarnya.

Rata-rata penghasilan dalam sebulan bisa mencapai Rp 50 juta. Bahkan, ada warga yang bisa menunaikan ibadah haji dari usaha ini. Dia menambahkan, usaha pembuatan keris saat ini kian menjanjikan.

”Kalau awal, biasanya di kisaran harga Rp 20 juta. Itu sudah mahal. Sekarang semakin mahal,” tukasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia