Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Diringkus setelah Sebelas Bulan Buron

Melanggar UU Perlindungan Anak

09 Juli 2019, 15: 49: 52 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Petugas menangkap Suhadin di Dusun Lentang, Desa Sukorame Pesisir, Kecamatan Nonggunong, Minggu (7/7).

KEOK: Petugas menangkap Suhadin di Dusun Lentang, Desa Sukorame Pesisir, Kecamatan Nonggunong, Minggu (7/7). (IST FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Inilah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan Suhadin, 57, warga Dusun To’karte, Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi. Pria yang bekerja sebagai petani itu dibekuk polisi setelah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus sejak 2018.

Suhadin ditangkap Minggu (7/7) sekitar pukul 16.00 di tempat persembunyiannya di Dusun Lentang, Desa Sukorame Pesisir, Kecamatan Nonggunong. Pelaku disangka melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ”Ancamannya minimal lima tahun maksimal 15 tahun,” terangnya.

Kapolsek Sapudi Iptu Didit Suhendrianto menyampaikan, penangkapan terhadap Suhadin didasari surat LP/06/VIII/2018/Jatim/ResSmp/SekSapudi. Suhadin dilaporkan lantaran diduga membawa kabur seorang anak di bawah umur berinisial SN, 16, pada Kamis (23/8) 2018.

Dia menceritakan, kejadian bermula ketika MA (inisial), 46, warga Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, bersama istrinya, NA (inisial), keluar rumah untuk mencari perias pengantin sekitar pukul 20.00 Kamis (23/8) 2018. Sementara putrinya, SN, berada di rumahnya seorang diri.

Sepulang mencari perias pengantin, sekitar pukul 21.00, MA kaget karena rumahnya kosong. Buah hatinya hilang tanpa pamit. Pria yang bekerja sebagai nelayan itu berusaha mencari kebradaan putrinya malam itu juga.

”Orang tuanya mencari ke rumah teman-temannya dan ke rumah keluarganya. Namun, korban (SN, Red) tidak ditemukan,” ceritanya kemarin (8/7).

Didit menyampaikan, berdasar penyelidikan, MA sempat melakukan pencarian keesokan harinya ke Kepulauan Raas. Namun, hasilnya Nihil. Lalu, dua hari kemudian, tepatnya Minggu (26/8), MA mendapat informasi bahwa SN menaiki perahu menuju Pelabuhan Dungkek bersama seorang laki-laki.

Ada warga yang melihat SN berada di rumah Siti di Desa Sukorame Pesisir, Kecamatan Nonggunong. Saat didatangi, Siti membenarkan bahwa SN menginap bersama Suhadin selama 3 hari sebelum akhirnya dibawa ke daratan.

Setelah itu, MA melaporkan tindak kriminal itu ke Polsek Sapudi. Sejak itu, Suhadin ditetapkan sebagai DPO. ”Informasinya, pelaku masih ada ikatan keluarga sehingga korban tidak menaruh kecurigaan,” terang Didit.

Dia mengungkapkan, pelaku membawa korban ke Situbondo selama seminggu sebelum akhirnya dipulangkan dengan ikut kapal. Berdasar pemeriksaan, pelaku sempat menyetubuhi SN. ”Katanya sudah melakukan persetubuhan dengan korban,” ungkapnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia