Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

24 Calon Jamaah Haji Mutasi ke Surabaya

09 Juli 2019, 15: 40: 04 WIB | editor : Abdul Basri

TAMU ALLAH: CJH asal Bangkalan berada di bus untuk diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kemarin.

TAMU ALLAH: CJH asal Bangkalan berada di bus untuk diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) asal Bangkalan tuntas. Kemarin (8/7) giliran kloter 9 atau terakhir yang diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya.

Tetapi, CJH yang diberangkatkan tidak utuh 196 orang. Hanya 172 CJH yang berangkat dari depan Masjid Agung Sultan Abdul Kadirun, Bangkalan. Sisanya, 24 CJH, memilih mutasi ke Surabaya.

Total CJH asal Bangkalan tahun ini 641 orang. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua kloter. Kloter 8 sebanyak 445 CJH dan Kloter 9 berjumlah 196 CJH.

Kepala Kemenag Bangkalan Mujalli mengutarakan, semestinya untuk kloter 9 ada 196 CJH yang diberangkatkan. Tetapi, 24 jamaah meminta dimutasi ke Surabaya.

Dengan demikian, hanya 172 orang yang diberangkatkan dari Bangkalan. ”Tidak utuh 196 orang untuk kloter 9 karena 24 lainnya mutasi ke Surabaya,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Mujalli menjelaskan, 24 jamaah yang gabung dengan Surabaya semata-mata karena ingin berangkat bareng dengan keluarga besar. Kemudian, ada yang beralasan mutasi kerja sehingga mereka memilih mutasi tidak berangkat dari Bangkalan. ”Itu hak jamaah. Yang terpenting sama-sama bisa melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.

Menurut Mujalli, pemberangkatan kloter 9 istirahat semalam di Asrama Haji Surabaya. Mereka tidak langsung berangkat ke Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

”Sama seperti kloter 8, juga bermalam satu hari di Asrama Haji Surabaya. Kloter 8 baru berangkat pukul 17.00,” ujarnya.

Mantan kepala Kamenag Sampang itu menyampaikan, CJH yang full isi orang Bangkalan hanya kloter 8. Sementara kloter 9 gabung dengan kabupaten lain di Jawa Timur. ”Gabung dengan Pamekasan, Surabaya, dan kota lainnya,” pungkas Mujalli. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia