Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Wings Air Berpotensi Hentikan Pelayanan

Penumpang Sepi, Penerbangan Memprihatinkan

06 Juli 2019, 07: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MEMPRIHATINKAN: Petugas saat berada di dekat pesawat Wings Air sebelum lepas landas di Bandara Trunojoyo, Sumenep, beberapa waktu lalu.

MEMPRIHATINKAN: Petugas saat berada di dekat pesawat Wings Air sebelum lepas landas di Bandara Trunojoyo, Sumenep, beberapa waktu lalu. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Nasib angkutan penerbangan di Bandara Trunojoyo Sumenep kian memprihatinkan. Jumlah penumpang pesawat terus mengalami penurunan. Bahkan, dalam sehari sering tidak ada pengguna jasa penerbangan tujuan Sumenep–Surabaya.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono mengungkapkan, jadwal penerbangan kemarin (5/7) dibatalkan. Sebab tidak ada penumpang dari Sumenep. Sebaliknya, calon penumpang dari Surabaya juga minim. Dengan begutu, maskapai memutuskan untuk membatalkan penerbangan.

Saat ini penerbangan komersial kian sepi. Padahal penerbangan Wings Air masih dijadwalkan setiap hari. ”Penumpang saat ini semakin berkurang. Hari ini (kemarin, Red) tidak ada penumpang. Sering kali seperti itu, sehingga jadwal penerbangan sering di-cancel,” ungkapnya.

Indra menjelaskan, seandainya calon penumpang dari Surabaya bisa mencapai 30 orang, penerbangan komersial masih tetap melayani. Walaupun penumpang untuk rute Sumenep–Surabaya tidak ada. ”Nah ini dari Surabaya juga tidak sampai 20 orang. Kadang di bawah 10 penumpang. Miris sekali,” kata Indra.

Menurutnya, masyarakat Sumenep harus ikut memajukan pelayanan penerbangan. Yakni dengan menggunakan transportasi udara untuk bepergian ke Surabaya. Selain lebih cepat dan terhindar dari kemacetan, harga tiket pesawat juga cukup terjangkau. ”Agar penerbangan dari Sumenep tidak mati. Agar tidak terkesan bandara ini kurang dimanfaatkan,” jelasnya.

Kondisi minimnya penumpang, lanjut Indra, sudah terjadi sejak awal 2019. Namun di awal tahun tidak terlalu parah. Sejak Juni 2019 jumlah penumpang semakin menyusut. Berbeda dengan penerbangan perintis. Hingga saat ini Susi Air masih rutin melayani penerbangan sepekan sekali untuk rute Sumenep–Bawean. Meski minim penumpang, penerbangan perintis menurutnya tetap beroperasi.

”Ada penumpang atau tidak tetap terbang. Karena penerbangan perintis juga dibiayai pemerintah,” ujar Indra.

Dia berharap tidak hanya masyarakat yang ikut menghidupkan dunia penerbangan di Kota Keris, melainkan juga perlu peran pemerintah. Indra berhap Pemkab Sumenep bisa mendorong para pejabat untuk menggunakan pesawat ketika hendak melakukan perjalanan dinas. ”Jadi tidak perlu pakai mobil dinas. Manfaatkan tranportasi udara saja,” harapnya.

Station Manager Wings Air Sumenep Bayu Kristanto menyampaikan, jika kondisi minimnya penumpang terjadi terus-menerus, tidak menutup kemungkinan jadwal operasi Wings Air akan kembali seperti semula. Yakni empat kali penerbangan dalam sepekan. Namun ketentuan tersebut belum ada petunjuk dari manajemen.

Bayu memaparkan, jadwal penerbangan kemarin (5/7) dari Surabaya di bawah 5 penumpang. Wings Air bisa tetap melayani penerbangan setiap hari jika terdapat minimal 25 calon penumpang. Pembatalan penerbangan oleh maskapai diakui sudah berkali-kali dilakukan. Pada 2 Juli 2019 jadwal penerbangan juga terpaksa di-cancel karena hanya ada 10 penumpang Sumenep. Sedangkan dari Surabaya di bawah 5 penumpang.

Untuk harga tiket, saat ini masih di kisaran Rp 212 ribu. Harga tiket pesawat Wings Air masih berpotensi mengalami penurunan hingga di angka Rp 190 ribu untuk rute Sumenep-Surabaya. Bayu berharap Pemkab Sumenep juga ikut mendukung peningkatan penumpang di Bandara Trunojoyo. Mengingat, Wings Air melayani penerbangan ke Sumenep juga atas permintaan dari pemerintah daerah.

Dia menambahkan, jika kondisi penerbangan semakin buruk, dikhawatirkan Wings Air tidak akan melayani penerbangan lagi ke Sumenep. Sebab maskapai jelas merugi jika tetap melayani tanpa penumpang yang menggunakan jasanya.

Terpisah, Kabid Angkutan dan Pengujian Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Thayyib mengutarakan, pemkab sudah mengupayakan agar setiap perjalanan dinas khususnya ke Surabaya bisa menggunakan transportasi udara. Upaya tersebut hanya berupa imbauan kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

”Karena kalau lewat jalur udara juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan setiap OPD,” tandasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia