Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Proyek Gedung Dewan Disorot

06 Juli 2019, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DIGARAP: Truk milik PT Tiga Jaya menurunkan bedel untuk menimbun lahan yang akan dibangun gedung DPRD Bangkalan di Jalan Halim Perdanakusuma kemarin.

DIGARAP: Truk milik PT Tiga Jaya menurunkan bedel untuk menimbun lahan yang akan dibangun gedung DPRD Bangkalan di Jalan Halim Perdanakusuma kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan di Jalan Halim Perdanakusuma mendapat sorotan. Pasalnya, dalam proses pemadatan tidak dilakukan pengurukan terlebih dahulu. Tetapi, langsung ditimbun menggunakan bedel.

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengutarakan, pemadatan itu langsung dipasang bedel tanpa diuruk atau dibuang tanah basahnya terlebih dahulu. Padahal lokasi proyek itu tanah basah karena lahan sawah.

Semestinya, kata Musawwir, tanah basah itu dibuang terlebih dulu. Lalu, dipadatkan pakai bedel. Sehingga, nanti ketika dalam proses pembangunan tidak mudah goyah atau retak. ”Kalau tanah basahnya dibuang dulu, fondasinya pasti kukuh. Tanah basah itu rentan bergerak,” ujarnya kemarin (5/7).

Musawwir menyampaikan, proyek pembangunan gedung dewan ini cukup besar. Karena itu, kualitasnya harus dijaga. Dia tidak ingin ketika sudah selesai dibangun tiba-tiba dinding dan keramik retak akibat fondasi tidak kuat.

”Alat pembersih tanah basah itu ada. Yang jelas, untuk menghindari terjadinya keretakan karena tanah sawah berpotensi bergerak,” tuturnya.

Perwakilan PT Gala Karya Norman membenarkan dalam proses pemadatan tidak dibuang terlebih dahulu tanah basahnya. Sebab, dalam perencanaan memang demikian. Meski demikian, dia meminta agar tidak perlu khawatir. Pemasangan bedel itu pakai vibro roller seberat 10 ton. ”Tidak perlu diambil tanah basahnya,” kata dia.

Norman mengatakan, pihaknya tidak mungkin bekerja di luar perencanaan. Semua sudah berdasarkan perencanaan. ”Silakan kritisi kalau bekerja di luar perencanaan,” ucapnya.

Selain menggunakan vibro, pembangunan gedung dewan baru itu dipasang paku bumi. Sehingga, dijamin kukuh dan tidak bakal bergerak. ”Kami tidak akan sembarang mengerjakan proyek. Ini gedung dewan terhormat,” sebutnya. ”Pembangunan gedung dewan memang lebih tinggi dari jalan umum,” tambahnya.

Proyek pembangunan gedung dewan dianggarkan Rp 48,3 miliar. Setelah dilakukan tender ada penawaran harga terendah. Sehingga, klir proyek tersebut senilai Rp 45,2 miliar. Masa kontrak pengerjaan berlangsung selama 180 hari.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia