Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 2,2 Miliar untuk Beli Ambulans

Lelang Baru Diikuti Dua Rekanan

06 Juli 2019, 01: 46: 14 WIB | editor : Abdul Basri

MILIK PEMERINTAH: Tiga unit ambulans milik RSUD Kabupaten Sampang diparkir kemarin.

MILIK PEMERINTAH: Tiga unit ambulans milik RSUD Kabupaten Sampang diparkir kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG ­– Pengadaan mobil ambulans menelan anggaran cukup besar. Sebagaimana tertera di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menggelontorkan Rp 2,2 miliar untuk belanja modal tersebut. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengatakan, anggaran besar tersebut cukup wajar. Sebab, yang akan dibeli bukan satu unit mobil ambulans, melainkan empat unit sekaligus.

”Tahun ini kami akan membeli empat unit mobil ambulans,” kata Agus Mulyadi Kamis (4/7).

Empat unit ambulans itu nantinya akan disebar ke empat puskesmas. Yakni, Puskesmas Banyuates, Pangarengan, Batulenger, dan Bringkoning. Puskesmas tersebut memang membutuhkan pengadaan ambulans.

”Dengan adanya pengadaan ambulans ini, diharapkan dapat meningkatkan upaya pelayanan rujukan secara tepat, cepat, dan profesional,” harapnya.

Saat ini, proses pengadaan mobil ambulans itu memasuki tahap lelang. Tender dilakukan secara terbuka di LPSE. Siapa pun yang memenuhi syarat diperbolehkan mengikuti tahap tender tersebut.

”Itu lelang terbuka. Nanti setelah selesai pengadaannya baru kami serahkan ke masing-masing puskesmas,” tambahnya.

Namun, di laman LPSE tidak tercantum kapan jadwal pelelangan berakhir. Di laman tersebut hanya tercantum jadwal pemberian penjelasan mulai 3–4 Juli. Selain itu, ada jadwal upload dokumen penawaran mulai 4–9 Juli. Hingga sore kemarin baru ada dua rekanan yang mendaftar di LPSE.

Sementara itu, salah seorang pemuda Banyuates Imam Nawawi berharap agar pengadaan ambulans itu bisa berdampak positif bagi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Menurutnya, sarana dan prasarana kesehatan memang perlu dibenahi dari berbagai sektor. Termasuk layanan kesehatan juga harus dilakukan dengan baik.

”Kami harapkan jangan hanya sarana dan prasarana yang dibenahi, sumber daya manusianya juga ditingkatkan. Pelayanan harus prima kepada masyarakat,” pintanya. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia