Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Dinkes Tanggung Pengobatan Kholilur Rohman

26 Juni 2019, 17: 58: 44 WIB | editor : Abdul Basri

TANGGAP: Kedua pegawai Dinkes Bangkalan menjenguk Kholilur Rohman di ruang ICU RSUD Syamrabu dan ditemui kedua orang tua bayi tiga bulan itu kemarin.

TANGGAP: Kedua pegawai Dinkes Bangkalan menjenguk Kholilur Rohman di ruang ICU RSUD Syamrabu dan ditemui kedua orang tua bayi tiga bulan itu kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Penyembuhan Kholilur Rohman yang diduga mengidap jantung bocor menemui jalan terang. Sejumlah pihak mengulurkan tangan untuk kesembuhan bayi berumur tiga bulan itu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan membawa bayi tiga bulan tersebut ke RSUD Syamrabu untuk mendapat perawatan medis kemarin (25/6). Plt Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, pihaknya bersama tim mendatangi rumahnya di Desa Duwek Buter, Kecamatan Kwanyar. Kunjungan itu dilaksanakan setelah membaca pemberitaan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tentang kondisi Kholil edisi Kamis (20/6).

Melihat kondisi Kholil, pihaknya kasihan lantaran bayi tersebut mengidap jantung bocor. Setelah itu, tim Dinkes Bangkalan dan Puskesmas Kwanyar melakukan diaknosis awal terhadap putra pasangan Romlah, 25, dan Samhaji, 28, itu.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada perbedaan diagnosis (differential diagnosis). Yakni, kelainan jantung bawaan atau patent ductus arteriosus (PDA), sindrom jantung kiri hipoplastik atau hypoplastic left heart syndrome (HLHS), dan gangguan yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir atau tetralogy of fallot (ToF).

Setelah melalui pemeriksaan itu, pihaknya menyarankan dilakukan tindakan ekokardiografi, transesophageal echocardiography (TEE). Tes menggunakan alat endoskopi ini untuk menangkap gambar struktur jantung secara terperinci. Kemudian, elektrokardiogram (EKG) rekaman aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu.

Selain itu, tindakan pemeriksaan menggunakan teknologi sinar x dan komputer sekaligus (CT scan). Juga perlu dilakukan tindakan magnetic resonance imaging (MRI). Yaitu, pemeriksaan dengan pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut.

Atas dasar persetujuan keluarga, Dinkes Bangkalan merujuk Kholilur ke RSUD Syamrabu untuk mendapat perawatan medis lanjutan. Dengan begitu, tim rumah sakit akan melakukan analisis terkait kebocoran jantung pasien.

Jika hasil diaknosis pasien dibutuhkan operasi tembel jantung, tim medis akan melakukan operasi penembelan jantung. Dengan begitu, pasien bisa sembuh meski tidak seperti orang normal. Dinkes Bangkalan siap menanggung segala pembiayaan medis pasien melalui program Biaya Kesehatan Masyarakat Miskin (Biakes Maskin).

Pihaknya juga akan membantu pembuatan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk seluruh anggota keluarga pasien. Dengan demikian, jika berobat tidak dikenakan biaya. ”Semua biaya ditanggung dinkes melalui biaya kesehatan masyarakat miskin. Ini bentuk kepedulian dinkes kepada keluarga pasien,” tutup mantan kepala Puskesmas Blega itu.

Romlah, ibu Kholilur Rohman, mengucapkan terima kasih kepada Dinkes Bangkalan karena telah merujuk anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis secara gratis. Bersama suaminya dia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada JPRM. Sebab setelah pemberitaan JPRM, anaknya mendapat santunan dari Polres Bangkalan.

Lalu, anaknya mendapat perawatan medis di rumah sakit secara gratis. ”Terima kasih banyak, Pak. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikannya,” ucapnya lirih sambil meneteskan air mata saat ditemui di ruang ICU RSUD Syamrabu Bangkalan.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia