Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Proyek Pokir Mulai Rusak

25 Juni 2019, 18: 24: 07 WIB | editor : Abdul Basri

MULAI RUSAK: Warga menunjuk proyek plengsengan di Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Sampang, yang diduga dikerjakan tak sesuai RAB kemarin.

MULAI RUSAK: Warga menunjuk proyek plengsengan di Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, Sampang, yang diduga dikerjakan tak sesuai RAB kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Proyek plengsengan di Desa Bulmatet, Kecamatan Karang Penang, mulai rusak. Proyek tersebut dikerjakan melalui program pokok pikiran (pokir) DPRD Sampang. Anggaran proyek tersebut Rp 198 juta untuk dua kegiatan, plengsengan dan saluran. Proyek plengsengan di sisi barat jalan dan saluran irigasi di sisi timur jalan.

Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) menemukan beberapa kejanggalan dalam proyek tersebut. Di antaranya, volume pekerjaan plengsengan kurang. Data Jaka Jatim, ada anggaran lebih kurang Rp 31 juta yang tidak direalisasikan untuk pekerjaan plengsengan.

”Kalau berkaitan dengan volume sudah pasti, jadi ada kerugian negara sekitar tiga puluh satu juta karena tidak dikerjakan. Volume pekerjaan dikurangi, itu temuan,” kata Sidik selaku Korda Jaka Jatim Sampang kemarin (24/6).

Dia mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi proyek. Menurut dia, tidak hanya volume pekerjaan yang dikurangi. Akan tetapi, kualitas pekerjaan juga patut dipertanyakan. ”Sekarang sudah banyak yang retak, baik yang plengsengan maupun saluran irigasinya,” terangnya.

Kejanggalan lain, kata dia, anggaran dicairkan meski volume pekerjaan itu ditengarai tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dia menuding ada kongkalikong antara pemilik jatah pokir, pelaksana, dengan dinas terkait. ”Ini melibatkan banyak pihak, kami akan terus dalami dan konfrontasi kasus pokir ini hingga tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, PPTK Jasmas Dinas PUPR Sampang Fajar Arif mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas mengenai temuan dari Jaka Jatim tersebut. Sejauh ini belum ada laporan dari konsultan pengawas mengenai hal itu. ”Akan kami koordinasikan dulu dengan konsultan pengawasnya,” katanya.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah di lokasi dan ruas jalan tersebut benar-benar proyek dari program pokir. Bisa jadi, lanjut dia, itu merupakan proyek pokmas. ”Saya juga tidak tahu itu pokir milik siapa. Kami akan cek ruas dan lokasinya nanti, baru kami pastikan itu pokir siapa,” janjinya. 

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia