Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Ismi Maisaroh, Mahasiswi Ciptakan Pengusir Nyamuk dari Ampas Kopi

Tanpa Zat Kimia dan Tidak Menyesakkan Napas

25 Juni 2019, 18: 19: 06 WIB | editor : Abdul Basri

KREATIF: Ismi Maisaroh (kanan) memperlihatkan obat nyamuk yang mereka buat di kantor JPRM Biro Pamekasan kemarin.

KREATIF: Ismi Maisaroh (kanan) memperlihatkan obat nyamuk yang mereka buat di kantor JPRM Biro Pamekasan kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Di tangan orang keratif, sesuatu yang tidak bermanfaat bisa dikemas bernilai rupiah. Ismi Maisaroh, mahasiswi Universitas Madura (Unira) menunjukkan krativitasnya. Ampas kopi dia sulap menjadi obat nyamuk.

MOH. ALI MUHSIN, Kota

SEPEDA motor itu tiba-tiba berhenti di depan kantor Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Jalan Kabupaten sekitar pukul 07.00 kemarin (24/6). Lalu, terdengar suara perempuan yang mengucapkan salam sambil mengetuk pintu. Kru JPRM mempersilakan dia masuk dan duduk di kursi tamu.

Perempuan bernama Ismi Maisaroh tersebut menyampaikan maksud kedatangannya ke kantor ini. Sambil lalu membuka ransel, dia mengeluarkan barang dan menunjukkan kepada kami. ”Ini api nyakar hasil kreativitas saya untuk mengusir nyamuk,” ujar Ismi.

Mahasiswi Unira itu menjelaskan, obat pengusir nyamuk tersebut dia buat dari ampas kopi. Ampas kopi yang biasa dibuang malah dia kumpulkan. Lalu, dijadikan bahan untuk dibuat ampas kopi. ”Saya memanfaatkan sesuatu yang dinilai tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis,” terangnya.

Prosesnya, lanjut perempuan semester IV fakultas ekonomi tersebut, ampas kopi itu dijemur agar benar-benar kering. Lalu, dicampur dengan serbuk kayu, kayu manis, dan lem.

”Lebih banyak ampas kopinya dibandingkan serbuk kayu. Bahan itu diaduk. Setelah tercampur, dicetak dan dijemur,” paparnya.

Fungsi serbuk kayu dan lem untuk perekat. Dengan begitu, ampas kopi bisa tercampur secara sempuran. Sedangkan lem yang digunakan tidak seperti lem di pasaran. ”Lemnya membuat sendiri, bahanya dari tepung,” jelas perempuan berkerudung itu.

Aroma obat nyamuk tersebut seperti kopi. Tidak menyesakkan pernafasan dan tidak menggunakan zat kimia. Satu keping obat nyamuk berbentuk lingkaran itu bisa bertahan hingga lima jam. ”Saya buat ini dengan tim. Sudah saya coba jual ke teman-teman dan dosen. Harganya Rp 6.500,” tukas perempuan asal Pamekasan tersebut.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia