Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

SPDN Setahun Tidak Beroperasi, Nelayan Tamberu Agung Mengeluh

25 Juni 2019, 18: 14: 51 WIB | editor : Abdul Basri

PROTES: Warga berada di SPDN di Desa Tamberu Agung, Batumarmar, kemarin.

PROTES: Warga berada di SPDN di Desa Tamberu Agung, Batumarmar, kemarin. (Riadi for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Nelayan Desa Tamberu Agung, Kecamatan Batumamar mengeluh. Sebab, Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di desa tersebut lama tidak beroperasi. Akibatnya, sebagian nelayan kelimpungan karena tidak melaut.

”Kami bingung mencari bahan bakar solar karena SPDN tidak beroperasi sejak satu tahun lalu,” kata nelayan Desa Tamberu Agung, Riadi. Sejak SPDN tidak beroperasi, nelayan harus membeli eceran. Konsekuensinya, harga lebih mahal.

Selain itu, nelayan harus mengeluarkan upah karena menyuruh biro jasa. ”Karena SPDN tidak beroperasi, nelayan tidak melaut karena tidak kebagian solar. Biasanya nelayan berangkat pukul 15.00. Tapi sering gagal melaut karena harus antre,” terangnya.

Kebutuhan solar untuk kapal besar sekali berangkat sekitar 150–300 liter. Kalau kapal kecil antara 20–30 liter. ”Kami menginginkan SPDN tersebut kembali beroperasi. Sebab, lokasinya dekat dengan tempat sandar kapal,” terangnya.

Pria berusia 35 tahun itu meminta pemerintah bisa mengupayakan agar SPDN tersebut bisa kembali beroperasi. ”Bulan depan para nelayan mulai beaktivitas kembali mencari rezeki di tengah laut,” terangnya.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Prama Jaya menjelaskan, berdasarkan informasi, SPDN di Desa Tamberu Agung tersebut milik perorangan. SPDN itu diakui memang sudah lama tidak beroperasi.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk operasional SPDN tersebut. ”Sesuai tupoksi, pemkab akan mengomunikasikan kepada pihak berwenang, dalam hal ini Pertamina,” tukasnya.

(mr/luq/sin/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia