Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Habiskan Miliaran Rupiah, Videotron Sepi Peminat

25 Juni 2019, 18: 12: 30 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI PEMINAT: Pengendara melintas di sekitar videotron di Jalan Balaikambang kemarin.

SEPI PEMINAT: Pengendara melintas di sekitar videotron di Jalan Balaikambang kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kinerja Diskominfo Pamekasan bikin geregetan wakil rakyat. Videotron yang dibangun pada 2015 itu tidak laku di pasaran. Padahal, reklame digital tersebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan mengaku kecewa atas kinerja diskominfo. Sosialiasi dan pendekatan terhadap pengusaha swasta untuk memberdayakan videotron sebagai sarana promosi gagal total.

Padahal, anggaran yang dikeluarkan cukup banyak. Satu titik menghabiskan uang rakyat senilai Rp 1.684.190.000. ”Pamekasan punya dua videotron, hampir Rp 3 miliar yang dihabiskan,” katanya kemarin (24/6).

Videotron milik pemkab itu dikomersialkan. Namun, sejauh ini iklan yang ditayangkan hanya seputar program pemerintah. Nyaris tidak ada perusahaan atau lembaga swasta lain yang memasang iklan.

Akibatnya, fasilitas yang dibangun menggunakan dana pemerintah itu tidak menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal. Tahun lalu ditarget memperoleh pendapatan Rp 10 juta, tetapi tidak tercapai.

Ismail mengatakan, dalam waktu dekat komisi I bakal memanggil diskominfo untuk mengevaluasi pengelolaan videotron. Sebab, dinilai tidak wajar usaha iklan melalui papan reklame digital itu tidak diminati orang.

Dugaan sementara, sosialisasi kepada masyarakat terkait videotron yang dikomersialkan itu tidak optimal. Kemudian, pendekatan kepada pengusaha dan masyarakat juga kurang masif. ”Akan segera dievaluasi,” katanya.

Kepala Diskominfo Pamekasan Bahrun mengakui videotron belum menyumbangkan PAD secara optimal. Tahun ini jumlah target pendapatan senilai Rp 10 juta. Namun, hingga pertengahan tahun, pendapatan yang diperoleh baru Rp 1 juta.

Sosialisasi kepada masyarakat bahwa videotron itu bersifat komersial dan terbuka untuk umum dilakukan. Tetapi, geliat pemasang iklan belum ada. ”Masyarakat saja yang malas,” katanya saat ditanya videotron sepi peminat. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia