Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

PLN Melacak, Instalatur Mengelak

Terkait Dugaan Pungli Listrik Gratis

25 Juni 2019, 17: 14: 30 WIB | editor : Abdul Basri

PLN Melacak, Instalatur Mengelak

Share this      

SAMPANG – Dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Listrik Gratis 2018 di Sampang menjadi perhatian banyak pihak. PLN berjanji turun tangan melacak ulah oknum yang curang tersebut.

Program Pemkab Sampang melalui dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD)  sejatinya gratis. Namun, di lapangan penerima manfaat program tersebut masih dimintai sejumlah uang.

Manajer PLN Rayon Sampang Wahyu Ismail mengaku hingga saat ini belum menerima laporan secara resmi mengenai adanya pungli tersebut. Pihaknya baru bisa melacak setelah mendapatkan ID pelanggan.

Wahyu Ismail (Manajer PLN Rayon Sampang)

Wahyu Ismail (Manajer PLN Rayon Sampang) (RUSYDI ZAINRadarMadura.id)

Melalui ID pelanggan, PLN bisa mengetahui siapa petugas yang memasang kWh meter tersebut. Dengan demikian, oknum yang telah bertindak di luar aturan dapat dilacak dengan mudah.

”Kami akan lacak dulu. Kami juga masih butuh ID pelanggan atau nomor meter. Dari situ kami bisa mengetahui siapa pemasangnya,” terangnya kemarin (24/6).

Pemasangan kWh meter oleh PLN diserahkan kepada vendor. Jika sudah diketahui petugas yang memasang kWh meter tersebut, PLN akan berkoordinasi dengan pihak vendor mengenai sanksinya.

”Jika benar melakukan pungli, kami akan kembalikan petugas yang bersangkutan kepada vendor,” ancamnya.

Sejak awal PLN memang berkomitmen bahwa siapa pun yang melaksanakan pekerjaan tak sesuai dengan ketentuan akan diberikan sanksi. ”Pasti kami tindak, siapa pun itu,” janjinya.

Sementara itu, H. Siful selaku instalatur pemasangan listrik gratis di wilayah Kecamatan Camplong dan utamanya di Desa Sejati membantah jika dirinya melakukan pungli. Namun, dia mengakui bahwa yang membantu memasang kWh meter di rumah Hadi P Misriyeh adalah petugasnya.

”Iya itu memang tukang saya, tapi itu memasang atas permintaan pihak vendor,” akunya.

Pihaknya mengelak telah memerintahkan petugasnya untuk melakukan pungli seperti yang disampaikan penerima manfaat program listrik gratis. Namun jika pihak pemasang memberikan uang untuk rokok atau kopi diterima.

”Saya sudah mengingatkan, jangan sampai meminta. Jika diberi untuk uang rokok dan kopi silakan diambil,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepala desa untuk melacak siapa yang melakukan pemungutan. Petugas yang meminta uang diharuskan mengembalikan kepada penerima manfaat program listrik gratis.

”Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desanya dan kami perintahkan supaya dilacak dan dikembalikan uang pungutan itu. Jika tidak, akan berurusan dengan aparat kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya, Hadi P Misriyeh, 54, warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, mengaku dipungli saat dirinya menerima bantuan listrik gratis. Menurut dia, yang melakukan pungli adalah oknum aparatur desa dan oknum pemasang kWh meter.

Total pungli Rp 360 ribu. Perinciannya, kepada aparatur desa Rp 200 ribu dan kepada oknum pemasang kWh meter Rp 160 ribu. Salah satu ancamannya, jika tidak membayar, tidak akan dipasang.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia