Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Pendekar Al-Amien Bawa Pulang 13 Medali

25 Juni 2019, 17: 00: 56 WIB | editor : Abdul Basri

ADU KETANGKASAN: Pesilat Al-Amien berhati-hati saat menyerang.

ADU KETANGKASAN: Pesilat Al-Amien berhati-hati saat menyerang. (AL-AMIN FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Santri putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ikut tampil di kejuaraan Malang Championship I yang digelar di GOR Ken Arok akhir pekan lalu. Mereka membawa pulang 13 medali dari ajang pencak silat bergensi tersebut.

Medali yang berhasil disabet yakni 3 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. Medali itu berhasil dibawa pulang tiga belas santri Al-Amien Prenduan.

Mereka adalah Riki Wira Yudha, Amar Ma’ruf, Fijay Kumar, Rangga Bagaskara, Muhammad Safiuddin, dan A.Firdaus Tsani. Kemudian, Badril Musbith, Ali Saifuddin, Ilham, Ahmad Fadali, Saiful Anwar, Rio Fadli, dan Riski.

Guru Besar Pencak Silat Sinar Cimandi Lukman Hakim Al-Amin mengaku bangga atas prestasi yang diraih santrinnya. Prestasi itu tidak lepas dari jerih parah santri yang selalu serius berlatih.

”Kami sangat senang dan bangga atas prestasi santri-santri di sini,” ucapnya kemarin (24/5).

Lukman menyampaikan, 13 santri yang berhasil menyabet prestasi nasional itu dari tiga perguruan berbeda. Yaitu, Jokotole, Cempaka Putih, dan Cimande. Rangga Bagaskara merupakan pesilat dari perguruan Cempaka Putih, Fijay Kumar dan Badril Musbith pesilat Jokotole, dan sisanya dari pendekar-pendekar perguruan Cimande.

”Lomba itu bukan atas nama perguruan, tetapi atas nama lembaga, yaitu Al-Amien,” katanya.

Masuknya berbagai perguruan pencak silat di Ponpes Al-Amien sudah berlangsung lama. Ponpes yang dikenal dengan pengembangan berhasa arab dan Inggris itu juga berkomitmen mencetak santri yang unggul dalam bidang olahraga, salah satunya pencak silat.

”Seni bela diri sebagai bekal para santri untuk berdakwah dan terjun di berbagai lapangan kehidupan di masyarakat nantinya,” tuturnya.

Pria yang juga sebagai ustad di Al-Amien itu menambahkan, prestasi di bidang pencak silat memang belum cukup familier. Sebab, baru tahun ini mengeluarkan pendekar-pendekar terbaiknya untuk turun gelanggang.

”Adanya sudah lama, tetapi dari dulu tidak keluar, cuma tetap berlalih,” ujarnya.

Lukman menyebut raihan prestasi yang diukir 13 santrinya menjadi motivasi bagi pesilat-pesilat lain dalam berlatih. Pihaknya berharap semakin banyak santri yang juga mengukir prestasi di bidang bela diri. ”Kami terus latih semua potensi santri, termasuk di bidang seni,” tukanya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia