Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Bantuan Pupuk Tembakau Buram

Komisi II Desak Dispertapahorbun Tagih Pemprov

24 Juni 2019, 19: 05: 30 WIB | editor : Abdul Basri

DI BAWAH TERIK MATAHARI: Petani tembakau mencabut rumput di ladangnya di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, beberapa waktu lalu.

DI BAWAH TERIK MATAHARI: Petani tembakau mencabut rumput di ladangnya di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, beberapa waktu lalu. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Petani tembakau di Kabupaten Sumenep belum bisa tersenyum lebar. Pasalnya, bantuan pupuk yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) kepada petani daun emas itu sampai saat ini belum terealisasi.

Kasi Tanaman Semusim Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertapahorbun) Sumenep Bejo Budiyono menyampaikan, Pemprov Jatim berencana memberikan bantuan pupuk kepada petani tembakau. Namun, sampai saat ini belum terealisasi.

”Informasinya tinggal menunggu SK gubenur,” kata Bejo kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (23/6).

Jenis bantuan pupuk yang akan diberikan kepada petani tembakau yaitu NPK. Bejo mengaku tidak tahu berapa banyak bantuan pupuk tersebut. ”Tentu akan kami salurkan kepada petani, karena kami hanya menerima,” ujarnya.

Bantuan pupuk itu hanya akan diberikan kepada kelompok petani (poktan) saja. Pihaknya memastikan setiap poktan menerima bantuan dengan jumalah yang berbeda-beda. ”Nanti akan kita sesuaikan dengan luas lahan tembakau masing-masing tembakau,” jelasnya.

Pupuk NPK itu hanya akan diberikan kepada petani tembakau yang ada di daratan. Pihaknya beralasan, tembakau asal kepulauan tidak diminati perusahaan rokok. ”Pupuk itu hanya untuk petani tembakau di daratan saja ya. Kalau yang di kepulauan tidak,” bebernya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam meminta pemerintah tidak hanya menunggu realisasi bantuan itu dari Pemprov Jatim. Pihaknya mendesak agar pemerintah mempertanyakan kepada pemrov untuk percepatan realisasi bantuan itu.

”Harusnya pemerintah kabupaten menjemput bola, apalagi sekarang sudah memasuki musim tanam,” desaknya.

Pria yang akrab disapa Oyok itu juga meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pemberian bantuan yang rencananya hanya akan diberikan kepada petani tembakau daratan itu. Dia menilai setiap bantuan perlu dilakukan dengan dasar pemerataan.

”Jangan ada pengelompokan antara daratan dan kepulauan. Semuanya harus dipandang sama,” pintanya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia