Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pengunjung Wisata Religi Lebih Dominan

24 Juni 2019, 18: 44: 26 WIB | editor : Abdul Basri

KHUSYUK: Wisatawan berziarah di wisata Makam Syaikhona Kholil Bangkalan, Sabtu (22/6).

KHUSYUK: Wisatawan berziarah di wisata Makam Syaikhona Kholil Bangkalan, Sabtu (22/6). (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Selain wisata pantai, Bangkalan juga memiliki wisata religi. Di antaranya, Makam Aer Mata Ebhu Arosbaya, Makam Syaikhona Kholil, dan Makam Abdul Kadirun. Wisata-wisata religi tersebut paling banyak didatangi oleh wisatawan dibanding objek yang lain.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Muhammad Hasan   Faisol menyampaikan, wisata religi masih menjadi jujukan wisatawan. Jumlah kunjungan wisatawan ke wisata religi mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. ”Terlebih kalau musim liburan. Jumlah kunjungannya bisa lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Slogan Bangkalan sebagai Kota Zikir dan Salawat dinilai sesuai dengan nama daerah yang kuat dengan wisata religinya. Untuk itu, kesan religius di tempat-tempat wisata perlu diterapkan. ”Tapi, wisata alam di Bangkalan juga tidak kalah ramai. Banyak pengunjung berwisata di sejumlah destinasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, pada 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Bangkalan mengalami peningkatan. Hal itu tidak lepas dari upaya promosi. Karena itu pihaknya mengaku terus berupaya memasarkan dan memopulerkan sejumlah destinasi wisata di Kota Salak. ”Kalau wisata religi ini memang sudah banyak yang tahu. Semua destinasi setiap tahunnya pasti kami promosikan,” paparnya.

Berdasarkan data Disbudpar Bangkalan, tahun 2018 jumlah kunjungan wisata religi ke Kota Salak mencapai 1.630.514. Rata-rata pengunjung merupakan wisatawan domestik. Semisal kunjungan ke Makam Aer Mata Ebhu Arosbaya.

Tahun 2018 jumlah kunjungan ke destinasi wisata ini 1.038.068 orang. Rinciannya, kunjungan wisatawan mancanegara 282 orang dan 1.037.786 wisatawan domestik. Berbeda dengan kunjungan ke wisata alam yang hanya 116.215 orang. 

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan berharap, sektor wisata bisa lebih bermanfaat. Dengan demikian, nantinya dapat berkontribusi untuk daerah. ”Dari dulu hanya itu yang selalu kami tekankan,” ujarnya. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia