Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Muharram Memilih Mundur

24 Juni 2019, 15: 22: 43 WIB | editor : Abdul Basri

MUNDUR: Kepala DPKP Pamekasan Muharram memilih mundur sebagai calon Sekkab.

MUNDUR: Kepala DPKP Pamekasan Muharram memilih mundur sebagai calon Sekkab. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

SEMENTARA itu, mimpi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan Muharram menjadi Sekkab kandas. Dia terpaksa harus mundur dari gelanggang seleksi. Sebab, dia tidak mengikuti satu tahapan seleksi.

Muharram tidak mengikuti assessment di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur beberapa waktu lalu. Mantan kepala dinas PU cikatarung itu terkapar sakit sehingga harus absen.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Muharram mengatakan, tidak ada niatan untuk tidak mengikuti assessment. Dia bahkan mempersiapkan tes secara matang dengan harapan bisa mendapat nilai baik. Namun, pada saat hari tes, Muharram sakit.

Dia harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit swasta di Pamekasan. Akibatnya, tes yang sangat penting dalam upaya menentukan masa depannya itu ditinggalkan. ”Saya sakit sehingga tidak bisa ikut tes,” katanya kemarin (23/6).

Selain assessment, masih ada satu tahapan seleksi lain. Yakni, tes kompetensi bidang yang meliputi pembuatan makalah dan tes wawancara. Namun, mantan staf di Bagian Pembangunan Setkab Pamekasan itu memilih mundur.

Dia memastikan tidak akan mengikuti tahapan tes selanjutnya. Sebab, dia merasa percuma karena nilai pada assessment kosong. ”Saya memilih mundur, kalau nanti ada kesempatan lagi, insyaallah saya ikut,” katanya.

Anggota Pansel Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Pamekasan Andik Fajar Tjahjono mengatakan, tidak ada jadwal tes ulang assessment. Peserta yang tidak mengikuti tes tersebut dipastikan tidak mendapatkan kesempatan mengikuti tes susulan.

Pansel tidak akan mendiskualifikasi peserta tersebut. Hanya, nilainya tidak ada karena pada saat tes absen. Peserta yang bersangkutan masih bisa mengikuti uji manajerial yang akan digelar 1–2 Juli mendatang. ”Otomatis peserta tersebut kehilangan sekian persen penilaian,” kata Staf Ahli Gubernur Jatim yang diberi tugas tambahan sebagai Pj Sekkab Pamekasan itu.

Wabup Pamekasan Raja’e mengatakan, tahapan seleksi hampir selesai. Pansel akan menetukan tiga besar untuk dipilih oleh bupati. Dia memastikan, selama proses seleksi, pansel bekerja secara independen dan profesional.

Pansel tidak terintervensi siapa pun. Termasuk bupati dan Wabup. Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama itu dilakukan secara bersih sesuai janji politik Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e.

Dia berharap, Sekkab terpilih menjadi bagian dari penggerak reformasi birokasi di Pamekasan. Kemudian, mampu mengoordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mewujudkan Pamekasan Hebat. ”Saya pastikan seleksi ini bersih,” tandasnya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia