Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Warga Terganggu Proyek Pelebaran Jalan

24 Juni 2019, 14: 46: 32 WIB | editor : Abdul Basri

DIKELUHKAN: Pengendara motor melintas di Jalan Raya Gapura, Kecamatan Gapura, Sumenep, Sabtu (22/6).

DIKELUHKAN: Pengendara motor melintas di Jalan Raya Gapura, Kecamatan Gapura, Sumenep, Sabtu (22/6). (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional di Kecamatan Gapura, Sumenep, dikeluhkan warga. Pasalnya, bongkahan dan material galian menumpuk dan mengganggu aktivitas warga. Belum lagi, akses warga keluar masuk ke kampung menjadi terhambat.

Proyek tersebut belum lama ini dikerjakan. Hingga saat ini, progres pengerjaan masih dalam tahap penggalian tanah. Tidak ada papan informasi terkait dengan proyek.

Mustain, 45, warga Kecamatan Gapura, mengaku senang karena jalan itu diperlebar. Namun, pengerjaan proyek mengganggu aktivitas warga. Sebab, tanah bekas galian banyak yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan. Akses jalan ke kampung juga banyak yang rusak.

Semenjak pengerjaan jalan tersebut dimulai, dia menjadi kesulitan untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Sebab, debu yang beterbangan di pinggir jalan kerap memasuki rumah dan membuat halaman menjadi kotor. ”Seharusnya kerukan tanah kan tidak ditumpuk di pinggir jalan, dan akses warga tidak dirusak,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (22/6).

Dia berharap proyek pelebaran jalan segera selesai. Pihak pelaksana pengerjaan proyek juga harus lebih memperhatikan dampak yang ditimbulkan.

Hal senada juga diungkapkan Siti Romlah, pengendara motor yang sering melintas di jalan tersebut. Warga Kecamatan Dungkek itu mengeluhkan terkait tidak adanya tanda bahwa di lokasi itu ada pengerjaan proyek. Padahal, kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengendara.

”Ini kan ada galian. Kalau tidak dipasang tanda atau garis kuning, berbahaya bagi pengendara yang melintas,” kata perempuan 31 tahun itu.

Kabid Teknik Dinas PU Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengaku tidak mempunyai kewenangan terkait proyek tersebut. Sebab, kegiatan itu tanggung jawab Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan pemprov supaya keluhan masyarakat bisa segera diatasi. ”Kami akan koordinasikan dulu dengan dinas terkait,” janjinya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia