Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bangkalan Kebagian Sampah Surabaya

23 Juni 2019, 17: 30: 33 WIB | editor : Abdul Basri

CEMARI LINGKUNGAN: Truk pengangkut sampah melintas di jalan dekat warga yang sedang menggelar hajatan di Dusun Batu Karang, Desa Bunajih, Kecamatan Labang, Bangkalan.

CEMARI LINGKUNGAN: Truk pengangkut sampah melintas di jalan dekat warga yang sedang menggelar hajatan di Dusun Batu Karang, Desa Bunajih, Kecamatan Labang, Bangkalan. (BAIJURI FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bangkalan merasakan dampak buruk berdekatan dengan Kota Surabaya. Kabupaten yang kini dipimpin Bupati Abdul Latif Amin Imron ini diduga menjadi tempat pembuangan sampah asal Kota Pahlawan.

Lokasi pembuangan sampah itu di Dusun Batu Karang, Desa Bunajih, Kecamatan Labang. Aktivitas pembuangan sampah di tempat ini diperkirakan telah berlangsung 1,5 tahun. Warga mengeluh karena sampah-sampah plastik itu dinilai mencemari lingkungan. Apalagi lokasinya tidak jauh dari permukiman. Hanya sekitar seratus meter.

Sulton Arifin, warga Desa Bunajih, mengatakan, suatu ketikadi kampungnya ada acara manten. Lokasi tuan rumah di pinggir jalan. Tiba-tiba ada drump truckmengangkut sampah melintas.”Waktu itu sekitar pukul 09.00. Pada malam hari ketika saya melihat orkestruk kembali datangpukul 23.30,” ujarnya kemarin (22/6). ”Setelah saya datangi lokasi sampah memang banyak” imbuhnya.

Pria 24 tahun itu menambahkan, sebagian masyarakat memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang. Sedangkan yang tidak bisa dimanfaatkan dibakar. Pembuangan sampah itu di tegal. Tidak digali atau diberi pembatas. ”Lokasinya di dusun paling utara. Jika dilihat di lokasi, sepertinya ilegal,” tuturnya.

Pihaknya tidak terima desanya dijadikan tempat pembuangan sampah dari Surabaya. Karena sudah dipastikan mencemari lingkungan. Jika berkelanjutan, dampaknya sangat banyak dan merugikan warga. ”Jalan akan rusak. Ketika dibakar menjadi pencemaran lingkungan. Itu sudah jelas-jelas bau,” bebernya.

Jika memang desanya dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA), harusnya disesuaikan dengan standar TPA. Namun, kenyataan di lokasi langsung dibuang begitu saja. ”Legal tidaknya saya belum paham. Kalau dilihat dari situasi yang ada sepertinya ilegal,” terangnya.

Ketua Umum PMIIBangkalan Baijuri Alwi mengaku menerima laporan dari masyarakat. Setelah ditelusuri, sampah-sampah tersebut memang dariSurabaya. Pembuangan terkadang dilakukan malam hari.

Pria berkacamata itu menambahkan, di bawah ada pro dan kontra. Sebagian warga diuntungkan karena sampah tersebut diolah. Namun, sebagian besar masyarakat terganggu. Selain melintasi permukiman warga, jalanan yang dilintasi sempit. ”Kejanggalannya, itu pembuangannya dari Surabaya ke Bangkalan. Sudah berizin atau tidak? Jika memang berizin, seharusnya jelas. Harus ada pagar dan semacamnya,” jelasnya.

Salah satu drump truck yang melintas dan membuang sampah bernomor polisi M 83 75 UH. Kendaraan pelat kuning itu menurunkan sampah pada Minggu (16/6). Sampah-sampah yang dibuang di tempat itu terdiri atas plastik, botol bekas minuman, tisu, dan sebagainya.

Melihat kondisi tersebut, PMII berkirim surat kepada Komisi C DPRD Bangkalan dengan nomor 045,PC-XIX.V-04.02.05.A-1.04.2019. ”Kami harap persoalan ini ditangani secara serius. Harus ada tindakan dari pemerintah supaya pencemaran lingkungan tidak meluas,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Hadari mengaku belum menerima informasi tersebut. Menurut dia, sampah di tiap kecamatan merupakan tanggung jawab camat dan berkoordinasi ke DLH. ”Jika memang terjadi, kami akan melakukan tindakan,” janjinya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia