Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Gelombang Kedua Tak Berlaku Zonasi

Perpanjang Pendaftaran, Tambah Kuota Jalur Prestasi

22 Juni 2019, 15: 26: 38 WIB | editor : Abdul Basri

HARI TERAKHIR: Anggota OSIS SMKN 1 Sumenep memperhatikan pemaparan guru untuk persiapan pelaksanaan daftar ulang PPDB jalur zonasi di sekolahnya kemarin.

HARI TERAKHIR: Anggota OSIS SMKN 1 Sumenep memperhatikan pemaparan guru untuk persiapan pelaksanaan daftar ulang PPDB jalur zonasi di sekolahnya kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Aksi protes siswa dan wali murid di beberapa daerah berdampak pada ketentuan petunjuk teknis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2019. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan revisi peraturan PPDB.

Perubahan berkaitan penetapan pagu penerimaan. Semula kuota jalur zonasi ditentukan 90 persen. Sisanya terbagi atas jalur prestasi, perpindahan orang tua, inklusi, dan keluarga tidak mampu. Namun, karena banyaknya wali murid protes, kebijakan tersebut berubah. Kuota untuk jalur prestasi mendapat porsi 15 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso kemarin (21/6). Menurutnya, penambahan pagu pada jalur tersebut untuk memberikan kesempatan bagi calon peserta didik berprestasi akademik dan nonakademik di luar zona.

”Ada sedikit revisi Permendikbud 51/2018. Yang awalnya jalur prestasi hanya 5 persen menjadi 15 persen,” jelasnya.

Perubahan tersebut menjawab keinginan masyarakat. Meski demikian, pagu untuk jalur zonasi tetap paling dominan. Peserta didik dalam zona memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi. ”Sebenarnya sekolah di mana saja sama, karena pemerintah saat ini sudah berkomitmen untuk melakukan pemerataan pendidikan. Yang penting belajar dengan giat,” kata Sugiono.

Tidak hanya penambahan porsi pagu jalur prestasi, aksi protes siswa dan wali murid di beberapa daerah juga berdampak pada perpanjangan masa pendaftaran. Semula PPDB online diagendakan pada 17–20 Juni 2019. Namun diperpanjang hingga 21 Juni 2019 pukul 23.59.

Setelah ditutup, sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu bisa mengajukan ke Disdik Jatim untuk membuka pendaftaran gelombang kedua. Agar kursi peserta didik baru yang masih kosong bisa terisi. Dengan catatan, tegas Sugiono, sekolah tidak boleh menambah pagu.

”Harus mengajukan. Pagunya tidak terpenuhi, nanti minta ke provinsi untuk membuka kembali pendaftarannya,” papar mantan kepala cabang Disdik Jatim Wilayah Lumajang itu.

Berdasarkan data di laman ppdbjatim.net Jumat (21/6) pukul 16.00, masih banyak lembaga pendidikan negeri yang tidak memenuhi pagu. Jumlah pendaftar masih berada di bawah kuota yang tersedia pada pilihan pertama.

Dari 15 lembaga SMA/SMK negeri di Sumenep, baru tiga sekolah yang memenuhi pagu. Di antaranya SMAN 1 Sumenep, SMAN 1 Kalianget, dan SMKN 1 Sumenep. Bagi sekolah yang membuka pendaftaran gelombang kedua, sistem zonasi tidak berlaku lagi. Semua calon peserta didik dari dalam maupun luar zona bisa ikut mendaftar.

Selain itu, bagi calon peserta didik baru yang tidak diterima pada sekolah tujuan di gelombang pertama bisa mencoba kembali pada gelombang berikutnya. Tentu mendaftar pada sekolah yang masih kekurangan peserta didik. ”Pendaftar bebas mendaftar di sekolah yang belum memenuhi pagu. Tujuannya, memenuhi kursi kosong,” ucapnya.

Kepala SMAN 1 Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, di lembaganya, pendaftar sudah banyak melakukan pilihan sekolah tujuan ke SMAN 1 Sumenep sejak hari pertama. Jumlah pendaftar di SMAN 1 Sumenep sudah melebih pagu. Beberapa calon peserta didik akan tersisih. Namun masih memiliki kesempatan untuk diterima pada sekolah pilihan kedua.

”Pagu di SMAN 1 Sumenep total 360 kursi. Tapi untuk jalur zonasi 303 kursi. Karena jalur zonasi 90 persen dari total pagu,” ujar Syamsul.

Dia berharap calon peserta didik baru yang dinyatakan diterima di SMAN 1 Sumenep bisa belajar dengan baik dan berprestasi. Baik akademik maupun nonakademik. ”Bagi yang sudah diterima bisa melakukan registrasi ulang sesuai waktu yang ditentukan,” tukasnya.

Hasil PPDB online jalur zonasi 2019 diumumkan hari ini (22/6). Bagi calon siswa baru yang diterima di sekolah tujuan harus melakukan pendaftaran ulang pada 24–25 Juni 2019.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia