Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Timba Laris, Perajin Raup Ratusan Juta Sebulan

22 Juni 2019, 15: 22: 45 WIB | editor : Abdul Basri

SUMBER PENGHASILAN: Ahmad Wiyono menyelesaikan pembuatan timba di Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Senin (17/6).

SUMBER PENGHASILAN: Ahmad Wiyono menyelesaikan pembuatan timba di Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Senin (17/6). (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Banyak cara meraup keuntungan finansial melimpah. Seperti yang dilakukan puluhan warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Industri rumahan pembuatan timba tembakau warga Dusun Beltok menggeliat.

Pembuatan timba menjadi sumber pendapatan yang cukup menjanjikan. Puluhan warga memilih menekuni bisnis pembuatan sarana menyiram tanaman itu. Alat yang digunakan sangat sederhana.

Tidak perlu keahlian khusus untuk mengerjakan produksi timba. Perajin hanya butuh ketelatenan dalam pembuatan timba itu. Waktu produksi bisa dilakukan sesuka hati. Mulai pagi, sore hingga malam.

Ahmad Wiyono, keluarga perajin timba mengatakan, bisnis tersebut ditekuni sejak puluhan tahun lalu. Setiap hari warga membuat timba. Tetapi, produksi banyak hanya pada musim kemarau.

Sebab, pada musim tersebut permintaan melonjak. Masyarakat memanfaatkan timba itu sebagai sarana menyiram tembakau. ”Timba ini dipasarkan bukan hanya di Pamekasan, tetapi sampai kabupaten lain,” katanya Senin (17/6).

Yono –sapaan akrab Ahmad Wiyono– mengatakan, pembuatan timba sangat mudah. Masyarakat tidak perlu memiliki kemampuan khusus. Waktu pembuatannya juga bisa dilakukan kapan saja.

Dengan demikian, warga yang bertani biasanya siang hari mengurus tanamannya. Sore hingga malam memproduksi timba. Tetapi, ada juga yang fokus dari pagi hingga malam membuat timba.

Dalam sehari warga bisa memproduksi 100 unit timba. Harga jualnya murah. Yakni, dari harga Rp 25 ribu–Rp 50 ribu. ”Timba di sini laris karena harganya murah. Bahkan, hampir setiap hari pengepul mengambil timba ke rumah-rumah,” katanya.

Yono menyampaikan, jika rata-rata setiap hari warga memproduksi 100 unit timba, sebulan bisa mencapai 3 ribu unit. Jika harganya rata-rata Rp 50 ribu per unit, penghasilan yang didapat bisa mencapai Rp 150 juta.

Modal yang dikeluarkan perajin tidak banyak. Dengan demikian, hasil yang diperoleh melimpah. ”Bisnis timba ini sangat menjanjikan. Hasilnya bisa separo dari modal yang dikeluarkan,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, industri kreatif cukup banyak di Bumi Pamelingan ini.Sejauh ini mereka hidup secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah.

Tetapi, berkat kegigihannya, sekalipun tanpa suntikan dari pemerintah, usaha tersebut tetap berjalan. Bahkan, banyak pelaku usaha kreatif yang berhasil merekrut tenaga kerja baru. ”Pemerintah harus mengapresiasi,” katanya.

Bupati Baddrut Tamam memiliki program 10 ribu wirausahawan baru. Industri kreatif yang selama ini belum tersentuh bisa dikembangkan. Suntikan modal dan pembinaan terhadap pelaku usaha itu penting dilakukan agar usaha semakin baik.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia