Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Tujuh Warga Pamekasan Keroyok Penunggak Utang

22 Juni 2019, 15: 20: 42 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Anggota Polres Sampang menggiring Ahmad Ma’ruf dan belasan tersangka kasus kriminal yang berhasil diungkap kemarin.

KEOK: Anggota Polres Sampang menggiring Ahmad Ma’ruf dan belasan tersangka kasus kriminal yang berhasil diungkap kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Polres Sampang menahan tujuh warga pantai utara (pantura) Pamekasan. Itu setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan. Mereka mengeroyok korban karena tidak bisa bayar utang pembelian sepeda motor.

Enam tersangka berasal dari Kecamatan Pasean dan seorang yang lain dari Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Enam tersangka itu masing-masing bernama Moh. Sahid, 22, warga Desa Dempo Barat; Amin Rais, 39, warga Desa Dempo Barat; Zainullah, 37, warga Desa Sana Daya; Wahyudi, 39, warga Desa Batukerbuy; Sutikno, 31, warga Desa Dempo Barat; dan Moh. Yadi, 29, warga Desa Dempo Barat.

Sedangkan Misnadi, 45, warga Desa Batu Bintang, Kecamatan Batumarmar. Kasus tersebut menimpa Nawadi, 35, warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Atas perbuatan di rumah korban pada Kamis (13/6), mereka disangka melanggar pasal 170 KUHP.

Kasus tersebut merupakan satu dari empat kasus yang dirilis Polres Sampang kemarin (21/6). Tiga kasus lainnya terkait kasus pasal 365 pencurian dengan kekerasan (curas), pasal 363 pencurian dengan pemberatan (curat), dan pasal 362 pencurian biasa.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, kasus curas itu terjadi di Desa Buker, Kecamatan Torjun, Sampang. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antara mereka sudah diringkus.

Dua tersangka itu Mahmudi, 22, dan Abdurrahman Wahid, 21. Keduanya warga Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Sedangkan Umam, 23, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, masih buron.

Para pelaku mencegat pengendara sepeda motor di jalanan sepi. Setelah dicegat, korban diminta handphone dan dompet sambil ditodong senjata tajam. Peristiwa ini menimpa Moh. Imron, 17, warga Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, pada22 Mei 2019 di Jalan Pangelen,

Sementara Nurdin, 30, warga Desa Palenggyian, Kecamatan Kedungdung, Sampang ditangkap terkait kasus curat. Dia merampas dompet model panjang milik Moh. Ridwan, 50, warga Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kamis (20/6) di depan toko korban. Juga, merampas handphone yang ditaruh di kantong depan kendaraan.

Selain itu, Polres Sampang juga menangkap Ahmad Maruf, 25, warga Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dia berurusan dengan polisi terkait kasus pencurian biasa di Jalan Raya Torjun, Selasa (18/6). Korban atas nama Yulis Setyana, warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang.

”Rata-rata yang kami ungkap dalam minggu ini adalah kasus kriminal pencurian dan pengeroyokan. Empat kasus dengan 12 tersangka,” ungkap Budi.

Budi mengimbau masyarakat lebih waspada dalam menyimpan barang berharga. Pihaknya juga menegaskan supaya tidak memberikan peluang kepada pelaku kriminal. ”Jika tidak mencabut kunci sepeda motor pada saat diparkir ini kan sudah memberi peluang kepada pelaku kejahatan,” terangnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia