Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Kritik Pengelolaan Kolam Renang

Tidak Untung, Banyak Fasilitas Rusak

22 Juni 2019, 01: 39: 06 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM OPTIMAL: Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan sidak ke kolam renang di TRK kemarin.

BELUM OPTIMAL: Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan sidak ke kolam renang di TRK kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kolam renang di area taman rekreasi kota (TRK) Kamis (20/6). Temuan dalam sidak itu mengecewakan anggota dewan. Sebab, sejumlah fasilitas rusak.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengutarakan, sidak ke kolam renang menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ternyata, kata dia, kondisi kolam renang cukup memprihatinkan. ”Instalansi air banyak rusak. Pipa yang mengalirkan air ketika pengunjung selesai berenang juga rusak,” ungkapnya.

Selain itu, air kolam renang hanya diganti setahun sekali. Temuan itu, tegas Nur Hasan, mengagetkan. ”Kok bisa hanya satu tahun sekali air kolam diganti. Ini mengerikan. Kalau pengunjung tahu, tidak mungkin datang ke sini,” ucapnya.

Padahal, ujar Nur Hasan, kolam renang di TRK mendapat anggaran pemeliharaan Rp 60 juta per tahun. Anggaran itu di APBD murni, belum yang di APBD perubahan. ”Rp 60 juta itu bisa untuk mengatasi pergantian air kolam,” kata dia.

Nur Hasan menilai, dengan anggaran Rp 60 juta, belum ada perbaikan di area kolam renang. Padahal banyak fasilitas seperti kursi di pinggir kolam renang yang tidak representatif. Plafon gedung juga banyak yang rusak. ”Orang berwisata itu ingin melepas penat. Kalau kondisinya begini, bisa sepi pengunjung,” kritiknya.

Politikus PPP itu menyampaikan, pengunjung datang ke kolam renang bukan semata-mata untuk olahraga. Apalagi memang bukan kolam renang untuk atlet. Hal tersebut harus dipikirkan. ”Tolong dikelola dengan baik dan serius. Yang rusak diperbaiki,” desaknya.

Kalau memang dinas terkait tidak mampu mengelola objek wisata ini, sambung Nur Hasan, lebih baik dipihakketigakan. Supaya ramai pengunjung dan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Pihaknya melihat daftar buku pengunjung. Tiap bulan pengelola kolam renang mendapatkan pemasukan dari pengunjung Rp 4 juta–Rp 6 juta. Paling rendah pemasukan Rp 100 ribu per hari. ”Karena diberi modal Rp 60 juta, mestinya penghasilan yang didapat Rp 100 juta hingga Rp 150 juta per tahun,” paparnya.

Nur Hasan mengungkapkan, pemasukan dari pengelolaan kolam renang hanya Rp 50 juta tiap tahun. ”Pendapatan harus digenjot lagi. Kalau tidak mampu, katakan saja. Akan kami carikan pihak ketiga yang bisa mengelola kolam renang dan menguntungkan bagi pemkab,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispora Bangkalan Saad Asj’ari mengaku sangat siap mengelola kolam renang di TRK dengan optimal. Dia membantah air kolam renang hanya diganti satu tahun sekali.

”Sebenarnya kami mau mengajak anggota dewan melihat pompa air agar sama-sama tahu kondisinya. Air kolam itu, kalau kotor diganti, kalau kurang ditambah,” tegasnya selaku penanggung jawab pengelolaan kolam renang di TRK. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia