Senin, 14 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Jebloskan Amin Rais ke Sel Tahanan Gara-Gara Terlibat Kasus Ini

21 Juni 2019, 20: 33: 26 WIB | editor : Haryanto

UNGKAP KASUS: AKBP Budi Wardiman (tiga dari kiri) menunjukkan BB.

UNGKAP KASUS: AKBP Budi Wardiman (tiga dari kiri) menunjukkan BB. (Moh Iqbal/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG - Setelah melakukan penyelidikan yang cukup intensif, polisi akhirnya memutuskan menahan Amin Rais. Sebab, warga Kabupaten Pamekasan tersebut dilaporkan menganiaya warga Sampang, Nawadi (34).

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman membenarkan hal tersebut. Kasus dugaan penganiayaan itu dialami korban di rumahnya. "Tepatnya di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah pada Kamis (13/6) sekitar pukul 19.00," ujarnya.

Menurut Budi, aksi pengeroyokan dilakukan karena Moh Sahid (teman Amin Rais, Red) kecewa dengan Nawadi. Sebab, belum menyerahkan uang meski sudah membeli sepeda motor Sahid. Saat dihubungi, hape Nawadi tidak aktif.

"Karena sakit hati, Sahid mengajak temannya ke rumah Nawadi. Rinciannya Amin Rais, Sutikno, Moh Yadi, Zainullah, Mianadi dan Wahyudi. Sahid merupakan warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," imbuhnya.

Setiba di rumah Nawadi, pencarian pun dilakukan. Hasilnya, Nawadi ditemukan bersembunyi di atap rumahnya. "Sahid dan teman-temannya lalu mengeroyok Nawadi," terang Budi Wardiman.

Nawadi pun melaporkan aksi penganiayaan tersebut ke aparat kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas terlapor, polisi langsung melakukan pengejaran dan mengamankan Sahid serta ke enam temannya.

"Barang Bukti (BB) berupa potongan kayu, potongan bambu, bongkahan batu dan yang lainnya sudah diamankan. Tersangka sudah ditahan dan kasus ini ditangani Satreskrim Polres Sampang," tegas Budi Wardiman. (Moh Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia