Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Jasad Ke-21 Dikenali dari Tanda Lahir

Sisa Satu Korban, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

21 Juni 2019, 12: 46: 44 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERNYAWA: Tim Basarnas Jatim dibantu warga mengevakuasi jasad Muhammad Rizal di pinggir pantai Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep, kemarin.

TAK BERNYAWA: Tim Basarnas Jatim dibantu warga mengevakuasi jasad Muhammad Rizal di pinggir pantai Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep, kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Tim SAR BPBD dan Basarnas Jawa Timur berhasil mengevakuasi jasad Muhammad Rizal, korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Amin Jaya. Jasad bocah 8 tahun itu ditemukan mengambang di pantai Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep, kemarin (20/6).

Jasad bocah yang akrab disapa Ical itu ditemukan pukul 06.15. Penemuan tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh polisi dan tim SAR. Setelah dievakuasi ke pinggir pantai, petugas langsung membawa jasad warga Pulau Guwa-Guwa, Kecamatan Raas itu ke RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep menggunakan ambulans.

Di mobil itu juga ada Ahmad Sulaiman, korban selamat KM Amin Jaya. Pria 39 tahun itu ikut mengantarkan jasad anaknya itu ke rumah sakit. Dia juga yang memandikan jenazah putra sulungnya itu. Selama memandikan jenazah sang anak, Sulaiman berusaha tegar dan menahan tangis.

Setelah dikafani, jenazah Ical langsung dipulangkan ke Pulau Guwa-Guwa menggunakan kapal yang disediakan pemkab. Di tengah duka mendalam, Sulaiman senang karena jenazah anaknya itu bisa ditemukan. Dia sempat khawatir jasad Ical tidak ditemukan dan rusak karena sudah lama mengambang di laut.

”Sejak kejadian saya tidak pulang ke Guwa-Guwa sebelum jenazah anak saya ditemukan. Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim SAR dan semua pihak yang membantu mencari dan menemukan jenazah anak saya,” tuturnya.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, upaya pencarian korban terus dilakukan bersama Basarnas. Penyisiran fokus dilakukan di pantai dan di tengah laut dengan mengikuti arah angin dan gelombang laut. ”Tim bergerak mulai pukul 06.00 dan menyisiri sektor masing-masing,” jelas Rahman.

Tim SRU air dan SRU darat bergerak dari Desa Romben Barat dan Pelabuhan Dungkek menuju arah barat daya. Sementara KN SAR 225 Widura dan KN PLP Grantin berangkat dari Pelabuhan Kalianget dan fokus di tengah.

Tim SRU air melakukan penyelaman dan memperbanyak manuver atau zig-zag. Pihaknya fokus menyisiri di arah barat karena pada Rabu malam arus angin mengarah ke barat daya. Sekitar pukul 06.10 mendapatkan inforamsi ada warga di Desa Lapa Laok melihat mayat mengambang di pinggir pantai.

Tim segera merapat ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Orang tua korban juga ikut ke lokasi. ”Setelah dievakuasi, jenazah itu benar Muhammad Rizal,” katanya.

Lokasi penemuan cukup jauh dari lokasi bangkai kapal. Kondisi jenazah sudah bengkak. Beruntung masih bisa dikenali. Apalagi di tubuh korban ada tanda lahir yang sama dengan orang tuanya. ”Semua korban selamat sudah dipulangkan ke Guwa-Guwa menggunakan kapal ekspres. Begitu juga dengan jenazah sudah dipulangkan,” terangnya.

Pihaknya optimistis semua korban hilang bisa ditemukan dan dievakuasi. Rahman berharap masyarakat atau nelayan yang melihat atau menemukan jenazah segera melapor. Dengan demikian, bisa segera ditindaklanjuti. ”Titik lokasi penyisiran diperluas. Masih ada beberapa hari ke depan untuk melakukan pencarian. Kami memprediksi bahwa jasad Ziharatul Ilma mengambang di pantai, bukan di tengah laut,” tukasnya.

Bangkai KM Amin Jaya sudah dievakuasi Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep dan Basarnas Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (18/6). Kapal tersebut masih berada di pantai Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

BPBD dan Basarnas Jatim tidak berani memindahkan kapal itu ke tempat lain guna kepentingan penyelidikan. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Selain karena terendam, di dalam kapal itu masih banyak barang bawaan penumpang. Misalnya, sepeda motor, tas, koper, kardus besar, dan sejumlah barang lainnya.

Mayoritas penumpang kapal merupakan warga Guwa-Guwa yang akan balik keluar kota. Seperti ke Jakarta, Kalimantan, dan Banjarmasin. Kapal itu ditarik ke pinggir pantai menggunakan speedboat dan dibantu puluhan warga setempat. ”Semua barang-barang yang ada di situ diturunkan dan langusung dibawa ke kecamatan untuk diamankan,” kata Rahman.

Saat ini posisi kapal sudah berada di pinggir pantai dan lego jangkar. Dapat dipastikan kapal itu tidak akan bisa bergerak ke mana-mana. Kapal tersebut menjadi barang bukti penyelidikan penyebab kecelakaan laut yang menelan puluhan korban.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin membenarkan, rencana pemasangan garis polisi. Pemasangan police line itu untuk menjaga barang bukti (BB) agar tetap steril dan aman. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu perintah dari Polda Jatim untuk mulai melakukan penyelidikan. ”Semoga kapal itu aman,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menyampaikan, saat ini pihaknya masih fokus pencarian korban yang belum ditemukan. Juga fokus kepada upaya pemulihan korban selamat.

Interogasi lisan kepada saksi yang masih hidup tengah berjalan. Setelah itu, ada interograsi berita acara pemeriksaan (BAP). ”Penyelidikan akan kami lakukan kemungkinan dalam minggu-minggu ini,” tandasnya.

(mr/luq/nal/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia