Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Bupati Tidak Akan Toleransi PT Garam

21 Juni 2019, 12: 43: 38 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERIZIN: Anggota Satpol PP Sampang memasang stiker tanda segel salah satu gedung baru PT Garam di Kecamatan Camplong, Kamis (13/6).

TAK BERIZIN: Anggota Satpol PP Sampang memasang stiker tanda segel salah satu gedung baru PT Garam di Kecamatan Camplong, Kamis (13/6). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Bupati Sampang Slamet Junaidi angkat bicara terkait penyegelan gudang baru PT Garam (Persero). Orang nomor satu di Kota Bahari itu menyebut penyegelan tersebut sebagai tindakan tegas pemerintah daerah. Dia tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang melanggar aturan. Termasuk badan usaha milik negara (BUMN) sekalipun.

”Kita ini pemerintah daerah sama-sama punya kewenangan. Ketika legal formalnya tidak selesai, maka kita wajib menyegel,” kata Slamet Junaidi kemarin (20/6).

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, hukum harus dijadikan panglima. Jika hendak membangun, maka perusahaan harus melengkapi dokumen perizinan terlebih dahulu. Ketentuan ini berlaku untuk semua perusahaan, baik yang swasta maupun BUMN.

”Jangan mentang-mentang BUMN. Harusnya BUMN itu menjadi preseden bagi perusahaan yang lain,” tegasnya.

Setelah penyegelan, pihaknya akan memantau terus perkembangan perizinan PT Garam. Pemkab Sampang tidak akan memberikan toleransi bagi PT Garam. Selagi perusahaan tersebut tidak mengantongi izin, pembangunan gudang baru di Desa Sejati, Kecamatan Camplong itu tidak boleh dilanjutkan.

”Setelah penyegelan, kita melihat nanti ke depan bagaimana legalitas yang belum. Kalau belum, tetap kita segel. Kita tegas dalam hal itu,” tukas politikus Partai Nasdem tersebut.

Gudang PT Garam di Jalan Raya Camplong disegel oleh Pemkab Sampang Kamis (13/6). Penyegelan pertama dilakukan di bangunan baru dan bangunan lama yang direnovasi. Penyegelan dilakukan karena perusahaan itu tidak memiliki izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sebelum melakukan pembangunan dan renovasi.

Keesokan harinya, satpol PP bersama tim pemkab kembali turun ke lapangan melakukan penyegelan pintu depan. Praktis, semua aktivitas di area gudang sempat lumpuh selama lima hari. Namun, Selasa (18/6) satpol PP membuka segel pintu depan.

Alasannya, PT Garam memiliki izin untuk bangunan lama. Terutama yang berkaitan dengan lalu lintas pelabuhan. Pembukaan segel pintu depan agar aktivitas pelabuhan bisa kembali berjalan. Tetapi, untuk bangunan baru dan bangunan lama yang direnovasi tetap disegel karena tidak memiliki izin lengkap.

Humas PT Garam (Persero) Fathor Rahman mengaku bahwa pihaknya sudah mengajukan proses perizinan untuk bangunan baru. Dalam waktu sekitar satu bulan izin tersebut sudah akan selesai. ”Insyaallah satu bulan ke depan sudah selesai,” katanya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia