Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features
Sosok Calon Sekkab Pamekasan (3)

Muharram Paling Junior tapi Punya Komitmen Kuat

21 Juni 2019, 12: 41: 05 WIB | editor : Abdul Basri

KOMITMEN KUAT: Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pamekasan Muharram.

KOMITMEN KUAT: Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pamekasan Muharram. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Berita Terkait

Salah satu nama calon Sekkab Pamekasan yakni Muharram. Pria berwawasan luas itu sekarang menjabat kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

MUHARRAM salah satu pejabat yang dekat dengan masyarakat. Dia bergelut di instansi pemerintahan yang menangani pembangunan infrastruktur. Namanya tidak asing di kalangan masyarakat Pamekasan.

Karir jabatannya bisa dibilang cepat. Mulai menjadi staf hingga menduduki puncak jabatan di organisasi perangkat daerah (OPD). Dari sembilan calon sekretaris kabupaten (Sekkab), Muharram dinilai paling junior.

Pria yang kerap mengenakan baju batik itu mengawali karirnya sebagai staf di Bagian Pembangunan Setkab Pamekasan pada 1998. Empat tahun kemudian, dia menjabat sebagai Kasi di dinas permukiman.

Pada 2012, Muharram diangkat menjadi kepala bidang cipta karya di dinas pekerjaan umum (PU). Kemudian, 2014 dia diangkat menjadi kepala dinas PU cipta karya dan tata ruang (cikatarung).

Pada 2016, dinas PU cikatarung berubah nama menjadi dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP). Tonggak kepemimpinan dinas yang mengurus ketersediaan air bersih di kawasan permukiman itu tetap dipercayakan kepada Muharram.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Muharram mengatakan, dari segi pengalaman di OPD, dia mengakui lebih sedikit dibanding peserta lain. Bahkan, dia sadar bahwa dari sembilan kompetitornya, dia paling junior.

Tetapi, yang menjadi alasan kuat mengapa tetap semangat mengikuti penjaringan calon Sekkab itu, yakni keinginan membantu bupati. Muharram ingin lebih maksimal membantu bupati dalam merealisasikan program kerja.

Salah satu tugas Sekkab yaitu mengintensifkan koordinasi antar-OPD. Kemudian, membantu melaksanakan dan menyukseskan program prioritas bupati. ”Mungkin saya paling junior dibanding peserta yang lain,” katanya kemarin (20/6).

Meski paling junior, Muharram tidak menyurutkan keinginannya membantu bupati lebih optimal melalui jalur seleksi Sekkab. Menurut dia, semua peserta memiliki peluang yang sama menduduki jabatan strategis itu.

Dipilih atau tidak dipilih menjadi Sekkab, Muharram tidak terlalu memikirkan. Bagi dia, yang terpenting adalah upaya dan komitmen yang kuat dalam membantu merealisasikan program bupati.

Siapa pun yang terpilih, pasti yang terbaik dari hasil sekian tahapan proses seleksi. Calon Sekkab yang akan ditunjuk bupati menduduki jabatan paling tinggi di jajaran ASN itu akan membawa gelombang perubahan reformasi birokrasi seperti yang diinginkan bupati.

”Saya ingin lebih optimal membantu melaksanakan program prioritas bupati. Tugas mengoordinasikan seluruh OPD juga akan dilakukan lebih baik. Meskipun mungkin paling junior, tapi dicoba dulu, siapa tahu (terpilih),” katanya lalu tersenyum.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia