Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Masih Banyak OPD Dipimpin Plt

Ismet Effendi Belum Genap Dua Bulan Dimutasi Lagi

20 Juni 2019, 15: 40: 27 WIB | editor : Abdul Basri

JABATAN BARU: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melantik sejumlah pejabat kemarin. Foto bawah, Camat Bangkalan Cicik Fidiah pingsan di sela-sela prosesi pelantikan.

JABATAN BARU: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melantik sejumlah pejabat kemarin. Foto bawah, Camat Bangkalan Cicik Fidiah pingsan di sela-sela prosesi pelantikan. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Mutasi pejabat gelombang kedua di lingkungan Pemkab Bangkalan dilaksanakan kemarin (19/6). Jumlah pejabat yang dimutasi cukup fantastis. Yakni, mencapai 93 pejabat struktural. Yakni, terdiri atas eselon II, eselon III, dan eselon IV.

Meski telah dilakukan mutasi gelombang kedua, masih banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak dipimpin pejabat tinggi pratama secara definitif. OPD-OPD tersebut hingga kini masih diisi pejabat pelaksana tugas (Plt).

Bahkan beberapa kepala dinas (Kadis) merangkap jabatan demi mengisi kekosongan pimpinan OPD. Kemarin baru dua pimpinan OPD yang dilantik dan diisi pejabat definitif. Yaitu, dinas peternakan (disnak) dan badan pendapatan daerah (bapenda). Kepala Disnak Bangkalan dijabat Ahmat Hafid. Sedangkan kepala Bependa Bangkalan diisi Ismet Effendi.

Yang unik, Mei lalu Ismet Effendi dilantik sebagai kepala DPMPTSP Bangkalan. Namun, tidak sampai dua bulan, dia digeser menjadi kepala bapenda. Dengan demikian, jabatan kepala DPMPTSP kembali kosong pejabat definitif.

Ada belasan OPD yang hingga kini dipimpin Plt. Di antaranya, satpol PP, DPMPTSP, inspektorat, diskominfo, Disdik, RSUD Syamrabu, dinkes, dinas ketahanan pangan, dinas perinkanan, serta dinas pemberdayaan masyarakat dan desa. Kepala dispendukcapil segera diisi Plt. Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri.

Tugas bupati Bangkalan selanjutnya adalah menyelesaikan masalah pejabat yang di-nonjob-kan. Sebab, meski kemarin dilakukan mutasi besar-besaran, masih ada pejabat yang belum ditempatkan di OPD mana pun.

Yaitu, Tommy Sugeng Firyanto dan Andang Pradana. Jabatan terakhir Tommy sebagai kepala bakesbangpol dan Andang sebagai direktur PDAM Sumber Pocong. Kini keduanya di-nonjob-kan sementara.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, 93 pejabat dimutasi kemarin. Pejabat eselon II dua orang. Yakni, sebagai pejabat definitif di bapenda dan dinas peternakan. Sisanya sebagai pejabat eselon III dan IV. ”Enam camat sudah definitif. Lima camat promosi jabatan dan satu camat geser,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menyatakan, mutasi pejabat akan dilaksanakan kembali. Sebab, ada beberapa OPD yang belum diisi pejabat definitif. ”OPD-OPD yang kosong (pejabat eselon II) akan dilelang. Setelah lelang, pasti dilantik,” ujarnya.

Panitia seleksi (pansel), tegas bupati, sudah dibentuk. Tahapan lelang jabatan telah dibuka. Bupati meminta tunggu hingga proses lelang jabatan selesai. ”Kami belum bisa memastikan kapan, tapi secepatnya. Proses lelang jabatan sudah mulai,” terangnya.

Pejabat yang belum memiliki posisi di OPD secepatnya akan ditempatkan. Tinggal disesuaikan dengan bidangnya. ”Masih ada OPD yang kosong. Nanti dicarikan yang pas,” ucap Ra Latif.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengatakan, mutasi pejabat merupakan kewenangan bupati. Menurut dia, PNS harus bersedia ditempatkan di mana saja. Tetapi, Mahmudi mengingatkan, mutasi atau pengisian jabatan tidak boleh asal.

”Mutasi pejabat sudah dua kali. Mestinya, OPD yang kosong sudah diisi pejabat definitif, bukan Plt,” katanya. Apalagi, sambung Mahmudi, sampai ada pejabat yang di-nonjob-kan. Dia menganggap, kebijakan tersebut tidak benar. ”Aneh kalau masih banyak yang kosong,” tukasnya. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia