Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

PT Gala Karya Jadi Menang Lelang

Proyek Pembangunan Gedung DPRD

17 Juni 2019, 15: 42: 21 WIB | editor : Abdul Basri

GEDUNG LAMA: Kantor DPRD Bangkalan bakal pindah ke Jalan Halim Perdanakusuma.

GEDUNG LAMA: Kantor DPRD Bangkalan bakal pindah ke Jalan Halim Perdanakusuma. (DAFIR/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Dua rekanan yang berebut proyek pembangunan gedung DPRD Bangkalan sudah diputuskan. PT Gala Karya menjadi pemenang lelang. Sedangkan PT Duta Kulawangsa Raharja gagal mendapatkan proyek puluhan miliar tersebut.

Pagu anggaran proyek pembangunan gedung DPRD Bangkalan Rp 48.299.400.000. PT Gala Karya mengajukan penawaran Rp 45.344.323.658. Sedangkan penawaran PT Duta Kulawangsa Raharja Rp 45.728.581.379.

Berhubung PT Duta Kulawangsa Raharja tidak menyerahkan jaminan penawaran, rekanan tersebut kalah. PT Gala Karya yang menang karena menyerahkan jaminan penawaran.

Ketua Pojka Pembangunan Gedung DPRD Bangkalan Ahmad Jufri mengutarakan, dalam persyaratan lelang, rekanan yang mengajukan penawaran harus menyerahkan jaminan penawaran. Namun, hingga waktu yang ditentukan, PT Duta Kulawangsa Raharja tidak menyerahkan jaminan penawaran.

”Di persyaratan harus ada jaminan penawaran. Tetapi, hanya satu rekanan yang mengajukan jaminan penawaran, yakni PT Gala Karya,” katanya kemarin.

Atas dasar itu, PT Gala Karya ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek pembangunan gedung DPRD. Namun, hal itu belum final. Sebab, masih ada masa sanggah selama lima hari kerja. ”Yakni, mulai 17–21 Juni,” ujarnya.

Apabila selama masa sanggah tidak ada yang mengajukan sanggahan, PT Gala Karya akan resmi memenangkan proyek pembangunan gedung DPRD Bangkalan. ”Lihat saja nanti apakah ada sanggahan,” ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno mengatakan, proyek pembangunan gedung dewan merupakan salah satu megaproyek tahun ini. Proyek yang nantinya dibangun di Jalan Halim Perdanakusuma itu dianggarkan hampir Rp 50 miliar. ”Dengan anggaran sangat besar itu, dibutuhkan kontraktor yang betul-betul profesional,” katanya.

Politikus PDIP itu menyatakan, karena anggarannya cukup besar, pengawasan dari semua pihak selama pelaksanaan berlangsung harus maksimal agar pekerjaan sesuai ketentuan. ”Perencanaan pembangunan gedung DPRD dimulai akhir 2017. Untuk itu, ketepatan waktu dan kualitas harus dijaga,” tandasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia