Jumat, 19 Jul 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Jaka Jatim Tagih Janji Kejari

Tersangka Dugaan Korupsi Kambing Etawa Belum Diungkap

17 Juni 2019, 15: 39: 38 WIB | editor : Abdul Basri

Tersangka Dugaan Korupsi Kambing Etawa Belum Diungkap

Share this      

BANGKALAN – Penanganan kasus dugaan korupsi program kambing etawa menjadi perhatian aktivis Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim). Kalangan aktivis menyatakan tidak sepenuhnya percaya pada janji Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi. Dia menyatakan tidak begitu percaya pada janji kejari dalam menangani kasus dugaan korupsi program kambing etawa. Jaka Jatim gencar menyikapi kasus itu dengan demo setiap minggu.

Kali terakhir demo yaitu pada bulan puasa. Saat itu Jaka Jatim memperoleh informasi bahwa Kejari Bangkalan akan menetapkan tersangka setelah Lebaran. ”Kami dengar informasi itu (penetapan tersangka, Red). Bagi kami, jika memang kasus tersebut tidak ada unsur korupsinya, dihentikan saja,” kata Mathur.

Dia menilai, kejari tidak memiliki pijakan. Misalnya, kerugian negara hanya melalui hitungan sendiri dan menerima pengembalian uang tanpa dasar. Apakah pengembalian uang tersebut ditaruh di laci atau di rekening? Mathur mengaku kurang paham. ”Kami mengundang BPKP. Aneh, kejaksaan seperti tidak profesional,” tudingnya.

Jaka Jatim akan menunggu penetapan tersangka yang dijanjikan kejari. ”Konstruksinya bagaimana, kejari harus menyampaikan ke publik. Kemudian, siapa yang ditetapkan tersangka, kami akan melakukan pengintaian,” ujar Mathur.

”Jangan-jangan yang ditetapkan tersangka ini hanya korban hasil dari lobi-lobi. Kalau mau dirunut dari awal, menurut analisis kami, mantan bupati kena. Sepertinya ini mau dilindungi. Kami prediksi, paling nanti yang ditetapkan tersangka kepala BPKAD dan supplier,” bebernya.

Mathur sangat mendukung penetapan tersangka. Pihaknya akan terus melihat penetapan tersangka oleh kejari, apakah profesional atau tidak. Dia berjanji bakal kembali berdemo di kejari. ”Insyaallah minggu depan kami demo. Akan kami mintai pertanggungjawaban kejari,” tandasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bangkalan Mohammad Iqbal menegaskan akan mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi program kambing etawa. Pemberkasan kasus tersebut, kata dia, sudah rampung.

Termasuk kerugian negara telah ditetapkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Jika pimpinan menghendaki bulan Juni, kami siap menginformasikan kepada masyarakat,” katanya.

Hasil penyelidikan, lanjut pria asal Lombok itu, kemungkinan mengarah kepada dua tersangka terlebih dahulu. Pihaknya akan terus menindakjuti perkara yang ditangani itu.

Apakah dua calon tersangka itu dari unsur PNS? Iqbal tidak mau menjawab detail. Dia menyatakan akan melakukan press release saat tersangka diumumkan. ”Termasuk itu (uang yang dititipkan di kejari, Red) akan kami jawab,” tegasnya.

”Semuanya akan kami tunjukkan. Uang yang dititipkan ke kami, kami titipkan ke bank pemerintah. Nanti kami tunjukkan rekening korannya saja,” sambung Iqbal. Dia menegaskan sudah melengkapi berkas dan barang bukti yang meliputi dokumen foto dan berita acara serta uang titipan dari kepala desa.

Sebagaimana diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan pada 2017. Realisasinya tersebar di 273 desa se-Kota Salak. Total anggaran Rp 9.213.750.000. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia