Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

PDAM Masih Kesulitan Cari Sumber Air

16 Juni 2019, 20: 27: 36 WIB | editor : Abdul Basri

BERIKHTIAR: Wabup Pamekasan Raja’e bersama pihak PDAM memantau sumber mata air di Desa Bujur Barat Jumat (14/6).

BERIKHTIAR: Wabup Pamekasan Raja’e bersama pihak PDAM memantau sumber mata air di Desa Bujur Barat Jumat (14/6). (RASYID FANSORI FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Harapan masyarakat wilayah utara Pamekasan agar terbebas dari krisis air bersih saat musim kemarau sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebab, pemkab sulit mencari sumber mata air yang layak dikelola.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar menyatakan, pihaknya sudah menyurvei sejumlah lokasi. Meski jumlahnya banyak, sumber tersebut tidak potensial dikelola PDAM. ”Sayangnya, sumber mata air itu tidak berpotensi,” terangnya.

Sumbernya, jelas Agoes, terlalu kecil. Sementara sumber mata air baru bisa dikelola jika debitnya besar. ”Yang debitnya kecil 1–4 liter per detik dikelola masyarakat. Kalau debitnya 5–7,5 liter per detik bisa dikelola PDAM,” terangnya.

Namun, sumber tersebut bisa dikelola oleh dinas lain. Dengan catatan, jumlah kebutuhan masyarakat tidak begitu banyak. ”PDAM siap membantu berkaitan dengan perencanaan dan teknisnya bagaimana,” ujarnya.

Sumber mata air yang berpotensi dikelola PDAM yaitu di Desa Sotabar dan Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sumber itu sudah dalam perencanaan PDAM dengan taksasi anggaran miliaran rupiah.

”Masih dalam proses. Kalau di sana dikelola PDAM, sedikit banyak bisa menyelesaikan persoalan kekeringan di wilayah pantura,” tegasnya.

Anggota DPRD Pamekasan Muksin Salim mengapresiasi upaya pemkab mengatasi masalah kekeringan di wilayah pantura. Sebab, hal tersebut menjadi masalah tahunan ketika musim kemarau. ”Semoga ada sumber yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” tukasnya.

(mr/sin/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia