Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Kota Bahari Tak Diminati Wisman

16 Juni 2019, 20: 20: 52 WIB | editor : Abdul Basri

ABADIKAN MOMEN: Wisatawan lokal mengabadikan momen berlibur di Pantai Wisata Camplong dengan cara berswafoto.

ABADIKAN MOMEN: Wisatawan lokal mengabadikan momen berlibur di Pantai Wisata Camplong dengan cara berswafoto. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kabupaten Sampang sebenarnya memiliki banyak objek wisata. Baik wisata alam, wisata religi, hingga wisata sejarah. Akan tetapi, objek-objek wisata tersebut masih belum menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Buktinya, sejauh ini jarang ada wisatawan mancanegara yang mampir di Kota Bahari. Padahal, beberapa objek wisata Sampang berada di jalur strategis. Seperti Pantai Camplong yang berada persis di pinggir jalan nasional yang menjadi akses utara dari Sumenep dan Pamekasan menuju Surabaya atau sebaliknya.

General Manager Pantai Wisata Camplong Bambang Setiadi mengatakan, sangat jarang ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tempat tersebut. Kalaupun ada, dalam setahun paling bisa dihitung dengan jari.

”Wisatawan mancanegara belum kelihatan. Cuma kemarin pas hari ketiga Lebaran ada satu keluarga wisatawan mancanegara, tampaknya dari Belanda,” jelasnya.

Namun, mereka hanya transit di Camplong. Kemudian, lanjut Bambang, para turis itu melanjutkan ke arah timur. Tidak tahu pasti apakah mereka melanjutkan ke Pamekasan atau langsung ke Sumenep.

Para wisatawan tersebut kemungkinan ingin bernostalgia dengan Madura. Sebab, menurutnya ada dari nenek moyang mereka yang pernah bekerja di PT Garam. Mereka kemudian datang ke Pulau Garam untuk menelusuri jejak masa kecilnya. ”Sudah sepuh-sepuh,” tegasnya.

Dijelaskan bahwa Pantai Camplong selama ini hanya diminati oleh wisatawan lokal. Paling banyak yang berkunjung dari kabupaten tetangga. Termasuk warga yang mudik dari perantauan juga sering mampir di wisata tersebut.

”Ada juga yang dari Malang. Mungkin mereka punya keluarga di sini, bersilaturahmi lalu mampir,” tukasnya.

Hal senada disampaikan oleh Juru Pelihara Makam Panji Laras Akhmad Fauzan MK. Menurut dia, selama ini hanya wisatawan lokal yang mengunjungi makam tokoh tersebut. Sementara untuk wisatawan mancanegara nyaris tidak terlihat.

”Rata-rata yang berkunjung wisatawan lokal. Itu pun yang terbanyak dari lokal Jawa Timur,” jelasnya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia