Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep
Maksimalkan Pendidikan Karakter

Usul Siswa Diberi Tugas tentang Budi Pekerti

16 Juni 2019, 20: 15: 14 WIB | editor : Abdul Basri

TUNTUT ILMU: Sejumlah siswa SMPN 1 Batang-Batang, Kecamatan Batang-Batang, belajar di ruang kelas.

TUNTUT ILMU: Sejumlah siswa SMPN 1 Batang-Batang, Kecamatan Batang-Batang, belajar di ruang kelas. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kemajuan suatu daerah dapat dinilai dari kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan tidak hanya fokus pada mata pelajaran. Pendidikan karakter dan pengembangan wawasan kebangsaan juga perlu diterapkan. Tujuannya, agar siswa menjadi generasi yang pintar, cerdas, dan berperilaku baik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Abrari kemarin (15/6). Menurut dia, ada dua indikator keberhasilan pendidikan. Pertama, SDM yang berkarakter dan berkemajuan. Pendidikan berkarakter merupakan tujuan utama proses pendidikan. Ini digambarkan secara baik dalam UUD 1945 dan UU Sisdiknas, yaitu terbentuknya SDM yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Sementara yang dimaksud dengan pendidikan berkemajuan ialah terwujudnya siswa yang berpikiran maju dan berwawasan luas. Juga mampu berkompetisi secara global dengan sarana penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Basis kemajuan pendidikan di era saat ini ialah ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Yang tidak menguasai iptek pasti ketinggalan. Pihaknya ingin anak didik di Sumenep pintar, cerdas, dan mempunyai iman serta akhlak yang baik. Karena itu, pendidikan karakter dan pengembangan wawasan kebangsaan di sekolah harus ditanamkan kepada anak didik.

Politikus PDIP itu berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep bisa menjalankan program pendidikan karakter dan pengembangan wawasan siswa di semua jenjang pendidikan. Sekolah tidak hanya mendidik dan mengajar siswa tentang mata pelajaran umum.

Anak didik perlu memiliki waktu untuk belajar kecakapan hidup dan bersosial. Siswa perlu diajari dan diberi tugas tentang bagaiaman cara bersosial dan bersikap baik. Misalnya, membantu orang tua, menjenguk teman yang sakit, dan hal-hal lain yang bisa membentuk karakter siswa menjadi lebih baik.

”Metode pendidikan itu bisa diterapkan dengan cara memberikan pekerjaan rumah atau (PR) tentang sosial dan budi pekerti. Pada dasarnya, fungsi PR adalah sebagai penguatan, pengayaan, dan praktik dari yang sudah diajarkan di sekolah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Sumenep Bambang Irianto mengatakan, pihaknya terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Keris. Salah satunya, menerapkan sekolah berbasis digital yang akan diterapkan tahun pelajaran 2019–2020.

Inovasi tersebut merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Mengingat, perkembangan terkonologi saat ini semakin pesat. Dengan demikian, pembelajaran di dunia pendidikan juga harus disesuaikan dengan zaman. ”Agar perkembangan informasi bisa terus diikuti sehingga tidak tertinggal,” terangnya.

Penerapan metode pembelajaran pendidikan karakter dan pengembangan wawasan siswa sudah dijalankan sejak 2017. Pihaknya memerintahkan kepada semua sekolah di bawah naungan disdik agar menerapkan metode tersebut. Siswa harus dibekali pengetahuan agama agar pintar dan berakhlakul karimah. ”Sebelum memulai pelajaran, siswa membaca doa dan salawat Nariyah. Juga menggelar salat Duhur berjamaah di musala,” tandasnya.

(mr/nal/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia