Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Baru Tiga Dusun Terpasang Jaringan Listrik

Tahun Ini PLN Jalankan Program Terangi Negeri

15 Juni 2019, 19: 10: 50 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM MENYELURUH: Pemuda mengecek kWh meter listrik di Kecamatan Kota Bangkalan kemarin siang.

BELUM MENYELURUH: Pemuda mengecek kWh meter listrik di Kecamatan Kota Bangkalan kemarin siang. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Listrik di Bangkalan belum merata. Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan tahun ini menambah jaringan listrik di 17 dusun. Memasuki triwulan kedua, baru tiga dusun yang terpasang jaringan listrik. Sedangkan belasan dusun lainnya on progress.

Dusun-dusun yang akan mendapat jaringan listrik tahun ini yaitu Batonaong, Kombengan, Sapasa, Laok Leke, Gengsean, Kelayapan, Penyaksagan, Glintong, dan Bibis. Sementara tiga dusun yang sudah terpasang jaringan listrik yakni Sapasah, Petong, dan Gelintong.

Manajer ULP PLN Bangkalan Pengki Yonkynata Ardiyansyah mengatakan, pihaknya menarik jaringan ke potensi pelanggan yang belum teraliri listrik. Dari manajemen PLN sudah ada perintah di-push bagi yang belum berlistrik.

Pihaknya meyakinkan bahwa desa yang belum berlistrik sudah tidak ada di Bangkalan. Yang ada hanyalah dusun. Kemungkinan karena akses terlalu jauh. Namun, pihaknya tetap mengusahakan memasukkan jaringan listrik.

”Penyambungan ada dua kegiatan. Yakni, kolektif dan lisdes (listrik desa). Kalau kolektif ada permintaan, bayar biaya penyambungan, baru kami tarik jaringannya. Kalau lisdes, jika ada potensi pelanggan atau rumah warga yang belum berlistrik, kami masuk,” jelasnya kemarin (14/6).

Pria asal Sumenep tersebut melanjutkan, pihaknya berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat. Pihaknya menangani sepuluh kecamatan. Mulai Kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Socah, Klampis, Sepulu, Tanah Merah, Tragah, Burneh, Geger, hingga Galis.

”Untuk 17 dusun yang saat ini ada penambahan jaringan listrik tersebar di Kecamatan Geger, Burneh, Sepulu, Tragah, Klampis, dan Tanah Merah,” sebutnya. Berapa banyak dusun yang belum memiliki kWh sendiri? Untuk sementara, pihaknya belum mengetahui secara pasti sisa wilayah yang belum memiliki kWh pribadi.

Pihaknya siap menampung informasi dari masyarakat selain ada pengajuan dari kepala desa ataupun warga. ”Yang terbanyak sepertinya tersebar di kecamatan yang dialiri listrik saat ini,” ujarnya. ”Kalau yang 17 lokasi ini, selain pengajuan dari masyarakat, kami menerima informasi dan sudah survei ke lapangan,” tambah dia.

Secara umum, di Bangkalan tidak ada rumah warga yang belum teraliri listrik. Kenyataan di lapangan, tidak semua rumah warga memiliki kWh sendiri. Karena itu, pihaknya menambah jaringan listrik supaya bisa diakses semua warga.

”Nama program penambahan jaringan listrik tahun ini yaitu Terangi Negeri. Biaya  penyambungan dibayar PLN. Yang dibebani kepada pemasang kalau ukuran 450 VA sebesar Rp 210.500 dan untuk ukuran 400 VA warga membayar Rp 421.500,” jelasnya. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia