Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Pemkab Segel Gudang PT Garam

Diduga Tidak Memiliki Dokumen Amdal

14 Juni 2019, 11: 40: 15 WIB | editor : Abdul Basri

MELANGGAR: Petugas satpol PP menyegel salah satu bangunan di gudang PT Garam di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin.

MELANGGAR: Petugas satpol PP menyegel salah satu bangunan di gudang PT Garam di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Seluruh aktivitas di gudang milik PT Garam di Jalan Raya Camplong harus dihentikan sejak hari ini. Terhitung mulai kemarin sore (13/6), gudang tersebut telah disegel.

Penyegelan dilakukan petugas Satpol PP Sampang. Para penegak perda itu ditemani dinas lingkungan hidup (DLH) dan disaksikan camat setempat.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menyampaikan, penyegelan gudang milik PT Garam itu tidak dilakukan secara serta-merta. Pemkab telah berkirim surat kepada PT Garam. Namun, surat tersebut tidak diindahkan.

Surat yang dikeluarkan sekretariat kabupaten bernomor 660/331/434.219/2019 itu ditandatangani Sekkab Sampang Puthut Budi Santoso tertanggal 17 Mei 2019. Isinya peringatan mengenai pelanggaran perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pelabuhan khusus Camplong, fasilitas milik PT Garam tidak memiliki dokumen lingkungan, yaitu dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Hal itu dinilai melanggar ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 36 ayat (1). Juga melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan pasal 32 ayat (1).

Kedua, surat itu juga menjelaskan bahwa pelabuhan milik PT Garam yang berfungsi sebagai gudang transit dan pengolahan garam industri di lokasi tersebut direncanakan melakukan revitalisasi bangunan dan revitalisasi pabrik garam produksi dengan kapasitas 10 ton/jam. Hal itu juga dinilai melanggar ketentuan UU 32/2009 pasal 40 ayat (3).

Oleh pemkab, PT Garam diminta segera melengkapi dokumen amdal dan mengurus izin lingkungan. Selama proses itu, PT Garam diminta menghentikan segala bentuk kegiatan di lingkungan gudang. ”Tapi, surat itu tidak diindahkan oleh PT Garam. Makanya, kami turun ke sini,” tegas Chairijah.

Kemarin sore ada tiga bangunan yang disegel. Yakni, aula, mes karyawan, dan pergudangan. Rencananya, penyegelan dilakukan keseluruhan di pintu utama. Tapi karena kemarin sore masih banyak pekerja di area gudang, penyegelan pintu utama berlangsung hari ini.

Dalam berita acara penyegelan juga disebutkan bahwa ada tiga aturan yang dilanggar PT Garam. Yakni, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 07 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Kedua, Perda Nomor 09 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung. Ketiga, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 16 Tahun 2014 tentang Izin Lingkungan.

”Seluruh aktivitas di sini melanggar. Ini dilakukan segel permanen. Sepanjang belum selesai proses perizinannya, kami segel,” terangnya.

Saat penyegelan, tim gabungan ditemui oleh Kepala Bagian Terminal PT Garam Hadi Purwanto dan Kepala Gudang Hariyanto. Namun, keduanya enggan memberikan keterangan karena mengaku tidak punya kapasitas. ”Tim proyeknya sekarang lagi rapat di Surabaya. Baik dari Barata ataupun PT Garam,” kata Purwanto singkat.

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia