Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Antisipasi Polres Redam Gejolak di Daerah saat Sidang PHPU

Jaga Ketat Kantor Penyelenggara Pemilu

14 Juni 2019, 11: 35: 37 WIB | editor : Abdul Basri

SIAGA: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memimpin apel konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 serta persiapan PAM sidang PHPU di halaman mapolres kemarin.

SIAGA: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo memimpin apel konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 serta persiapan PAM sidang PHPU di halaman mapolres kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Sidang pendahuluan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) dimulai hari ini. Meski sidang di Jakarta, pengamanan di sejumlah daerah diperketat. Termasuk di Madura.

POLRES menggelar pengamanan di sejumlah kantor dan objek vital. Di antaranya, menjaga ketat objek vital, kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, dan gudang penyimpanan logistik.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan, pada sidang PHPU di MK, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) di Jakarta berimbas ke daerah lain. Termasuk Pamekasan.

Penjagaan ketat itu semata untuk mengantisipasi terjadinya tindakan yang dapat mengganggu kamtibmas. Polisi juga mengerahkan tim intelijen untuk memantau perkembangan di tengah masyarakat.

Semua personel yang betugas diminta waspada terhadap pergerakan masyarakat yang dapat mengganggu jalannya sidang di Jakarta. Kesungguh-sungguhan, keikhlasan, dan kesiapsiagaan harus ditanamkan dalam diri personel polisi saat menjalankan tugas.

Kendaraan yang bakal digunakan dalam rangka pengamanan itu dicek kesiapannya. Mengingat, sidang akan berlangsung 15 hari. Dimulai hari ini, 14–28 Juni. ”Upaya preventif dan represif terus kami lakukan,” katanya kemarin (13/6).

Teguh menyampaikan, pengamanan tersebut dilakukan usai Operasi Ketupat Semeru 2019 yang digelar sejak 29 Mei–10 Juni. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1440 H.

Hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Terbukti, arus mudik dan balik lebih lancar. Kemudian, pada periode yang sama, angka kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, dan kriminalitas berkurang.

Tren positif itu tercipta berkat pengamanan polisi yang dibantu aparat penegak hukum lainnya. Juga, peran masyarakat yang cukup baik. ”Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Teguh.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Dul Haq mengapresiasi kesigapan pengamanan polisi. Menurut dia, meski sidang berlangsung di Jakarta, pengamanan di daerah tetap penting.

Mengingat, ancaman keamanan bisa terjadi di mana saja. Termasuk di Pamekasan. Tugas kepolisian adalah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. ”Pengamanan ketat dan kewaspadaan tetap harus dilakukan di Pamekasan,” tandasnya. 

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia