Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Perketat Hibah Guru Ngaji

Wabup Curiga Tidak Tepat Sasaran

11 Juni 2019, 15: 49: 11 WIB | editor : Abdul Basri

VISIONER: Wabup Pamekasan Raja’e berada di ruang kerjanya kemarin.

VISIONER: Wabup Pamekasan Raja’e berada di ruang kerjanya kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pemberian bantuan insentif bagi guru ngaji dan hibah terhadap musala merupakan janji politik Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e. Namun, janji politik itu belum ditepati. Pemerintah berdalih tahap verifikasi.

Raja’e mengatakan, program insentif guru ngaji dan hibah terhadap musala itu janji politik yang pasti akan ditepati. Namun, tahun ini janji itu belum bisa direalisasikan. Sebab, pemerintah masih melakukan verifikasi faktual ke lapangan terkait objek yang akan diberi bantuan.

Pada realisasi tahun sebelumnya diindikasikan banyak yang tidak tepat sasaran. Berdasar data yang dia kantongi, guru ngaji di Pamekasan tujuh ribu orang. Sementara musala empat ribu unit.

Data tersebut diverifikasi ulang untuk memastikan kebenaran dan kelayakannya mendapat bantuan. Salah satu syarat musala mendapat dana hibah harus dijadikan tempat belajar ngaji. Jika musala itu milik pribadi atau surau yang tidak digunakan untuk belajar mengaji, tidak masuk kriteria.

Pemerintah harus memastikan bahwa bantuan itu benar-benar tepat sasaran. Sebab, dana yang digunakan merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. ”Jika tidak tepat sasaran, bisa salah di mata hukum,” katanya kemarin (10/6).

Raja’e menyampaikan, verifikasi diupayakan tuntas tahun ini. Dengan demikian, program tersebut bisa direalisasikan pada tahun anggaran mendatang. ”Program ini janji politik kami, pasti kami tepati,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mendorong realisasi program tersebut. Menurut dia, bantuan terhadap guru ngaji dan musala penting dilakukan agar pendidikan agama secara nonformal semakin menggeliat.

Pendidikan agama itu berperan penting terhadap pembangunan karakter anak bangsa. Pemerintah wajib mendorong dengan memberi suntikan dana. ”Kami berharap segera direalisasikan, apalagi program itu salah satu janji politik,” tandasnya. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia