Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Features

Menelusuri Jalan Berdebu, Bergelombang, Belum Tersentuh Pengaspalan

11 Juni 2019, 12: 17: 42 WIB | editor : Abdul Basri

MENANTANG: Pengendara melintas di jalan rusak menuju Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Minggu (9/6).

MENANTANG: Pengendara melintas di jalan rusak menuju Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Minggu (9/6). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

Jalan di Kepulauan Kangean masih memprihatinkan. Masih banyak akses yang rusak parah. Seperti jalan menuju Desa Gelaman dan Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep.

BADRI STIAWAN, Sumenep

JALAN utama di jantung Kecamatan Arjasa masih lumayan bagus. Tapi berbeda dengan jalan menuju Desa Gelaman dan Pajanangger. Memang beberapa titik jalan beraspal. Namun lebih banyak yang berdebu dan berbatu.

Akses menuju puskesmas dari jalan berbatu tersebut cukup jauh. Banyak tanjakan dan jalan menurun. Jalanan bergelombang dan berdebu.

Jika ingin menuju ke Desa Pajanangger, lebih baik menggunakan masker dan safety riding jika berkendara. Sebab di musim kemarau, jalanan menuju desa tersebut berdebu. Jika musim penghujan, siap-siap pakaian kotor karena lumpur.

Pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi baik. Jangan sampai mogok di tengah jalan. Sebab, di beberapa titik akses jalan menuju Desa Pajanangger jauh dari permukiman warga. Apalagi bengkel.

Selain jalan, pelayanan listrik di dua desa tersebut juga belum merata. Terlihat di beberapa titik jalan Desa Gelaman dan Pajanangger berdiri tiang. Tapi, kabel listriknya belum terpasang.

Di daerah itu jangkauan sinyal seluler lemah. Untuk berkomunikasi via telepon saja susah tersambung.

 Menurut Musaid, 41, warga Desa Pajanangger, kondisi jalan rusak menuju desanya memang sudah lama tidak diperbaiki. Padahal jalur tersebut sering digunakan masyarakat menuju Desa Pajanangger maupun sebaliknya.

”Kalau kemarau ya seperti ini, berdebu. Kalau musim hujan jadinya berlumpur,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madura, Minggu (9/6).

Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi akses jalan tersebut. Sebab, sudah lama masyarakat menginginkan infrastruktur jalan yang bagus. Dengan begitu, memudahkan mobilitas warga. ”Dari Desa Gelaman masih ada jalan aspal sebelum sampai Pajanangger. Tapi masuk Pajanangger jalannya sudah rusak,” ujarnya.

Camat Arjasa Sahlan mengatakan, jalan di Desa Gelaman sebagian sudah beraspal. Namun, masih banyak yang rusak. Untuk akses ke Desa Pajanangger menurutnya memang belum pernah mendapat jatah pengaspalan. Sampai saat ini akses ke daerah tersebut masih banyak jalan yang berdebu dan berbatu.

”Setahu saya Pajanangger memang belum tersentuh pengaspalan. Lebih jelasnya ke Bina Marga saja,” kata Sahlan.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Sumenep Hariyanto Efendi tidak menampik sejumlah akses antar desa di kepulauan belum tersentuh peningkatan infrastruktur jalan. Pembangunan jalan menurutnya setiap tahun terus dianggarkan. Hanya, tidak bisa menyentuh semua akses jalan di Sumenep.

”Menyesuaikan dengan anggaran. Jadi pembangunannya dilakukan bertahap,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (10/6).

Diterangkan, peningkatan jalan di kepulauan tahun ini menjadi prioritas lembaganya. Prioritas tersebut rencananya akan terus dilakukan hingga bisa menyentuh semua akses di kepulauan.

”Anggarannya lebih banyak diarahkan untuk kepulauan tahun ini. Tapi yang jelas pembangunannya bertahap. Sesuai kemampuan keuangan daerah,” terangnya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia