Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pengamanan Rutan Diperketat

Pengunjung Membeludak

10 Juni 2019, 19: 47: 41 WIB | editor : Abdul Basri

LIBUR: Dua petugas sipir berada di luar Rutan Kelas II-B Sumenep di Desa Pabian, Kecamatan Kota, kemarin.

LIBUR: Dua petugas sipir berada di luar Rutan Kelas II-B Sumenep di Desa Pabian, Kecamatan Kota, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pasca Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, pengunjung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep naik signifikan. Hal itu membuat pihak Rutan Kelas II-B memperketat masuknya barang-barang yang dibawa keluarga penghuni rutan saat besuk.

Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat mengatakan, ada lonjakan pengunjung yang masuk untuk membesuk warga binaan. Dari yang biasanya sekitar 100 orang, pasca Lebaran pengunjung tidak kurang dari 500 orang.

”H+1 pengunjungnya 600 dan hari selanjutnya masih di atas 500 orang,” katanya kepada RadarMadura.id kemarin (9/6).

Beni sudah menyikapi membeludaknya pengunjung yang membesuk napi Rutan Kelas II-B Sumenep itu. Salah satunya dengan menambah personel pengamanan dan pemeriksaan. Itu bertujuan mengantisipasi masuknya barang terlarang yang dibawa pembesuk. Seperti senjata tajam (sajam) dan narkotika. ”Biasa empat petugas setiap hari, kita lapis menjadi 8 orang,” tegasnya.

Pihaknya memeriksa barang bawaan pengunjung dan menggeledah badan pengunjung untuk mengantisipasi adanya barang terlarang. Hingga kemarin, tim pengamanan tidak menemukan barang terlarang yang berusaha diselundupkan pengunjung. ”Yang laki-laki diperiksa laki-laki, yang perempuan diperiksa petugas perempuan,” terangnya.

Napi yang mendekam di Rutan Kelas II-B Sumenep memiliki hak untuk dikunjungi sanak keluraganya. Untuk itu, pihaknya telah mendirikan beberapa tenda di luar rutan untuk tempat antre pengunjung. ”Di dalam juga kita pasang tenda, karena kapasitas ruang kunjungan kurang,” kata Beni.

Beni menegaskan, tenda dan pengwasan ekstra ketat itu dilakukan sampai H+7 Lebaran. Beni memprediksi pengunjung akan terus berkurang saban hari. ”Sampai normal kembali, setidaknya setelah Lebaran Ketupat,” tukasnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia