Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Rekreasi

Baru Launching, Gua Soekarno Diserbu Ribuan Wisatawan

10 Juni 2019, 19: 44: 22 WIB | editor : Abdul Basri

EKSOTIS: Pengunjung menikmati keindahan Gua Soekarno di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.

EKSOTIS: Pengunjung menikmati keindahan Gua Soekarno di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. (CV JELALAJAH SUMENEP FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Wisata Madura, Kabupaten Sumenep rajanya. Di ujung timur Pulau Garam itu, masyarakat yang ingin berlibur dimanjakan dengan puluhan destinasi wisata. Terbaru, wisata Gua Soekarno.

Wisata Gua Soekarno terletak di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Wisata itu banyak digandrungi wisatawan. Buktinya, meski baru di-launching Jumat (7/6) sudah ada ribuan pengunjung yang berwisata ke Gua Soekarno.

Tempat wisata yang setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung mulanya gua biasa. Di dalamnya banyak semak belukar. Namun di tangan para aktivis sadar wisata, yaitu CV Jelalajah Sumenep, gua tersebut disulap menjadi tempat wisata yang menarik perhatian wisatawan.

”Masih sangat sulit ditemukan tempat wisata gua di Madura dengan sedimikian bagus isinya dan pengelolaannya,” kata Direktur CV Jelalajah Sumenep Syaiful Anwar kemarin (9/6).

Menurut Anwar, Gua Soekarno sangat luas dengan beberapa lubang yang saling terhubung. Dan, dilengkapi lampu untuk menerangi gua tersebut. Bagi pengunjung dilarang merokok di dalam gua keculi di daerah smoking area. Itu  untuk memberikan kenyamanan bagi pengunung lainnya.

Wisata Gua Soekarno juga dilengkapi dengan kafe yang dapat dijadikan tempat bersantai wisatawan. Spot berswafoto juga disiapkan untuk pengunnung yang ingin mengabadikan keindahan Gua Soekarno.

Wisatawan yang ingin masuk ke Gua Soekarno cukup mengeluarkan uang Rp 15 ribu, pengunjung dapat menikmati gua yang terasa sejuk bagi pengunjung itu. Tarif masuk itu hanya berlaku bagi pengunjung yang kategori remaja dan dewasa. Sementara untuk anak-anak gratis.

Kata Anwar, saat di-launching Jumat (7/6), ada 1.683 orang yang mengunjungi. Sementara kemarin hingga pukul 13.00 sudah ada 1.100 wisatawan yang menikmati keindahan Gua Soekarno.

Mengapa dinamakan Gua Soekarno? Anwar menegerangkan, Gua itu awalnya dijadikan tempat bertapa seorang musafir pecinta Soekarno. Musafir itu bernama Sukardi berasal dari Kabupaten Jember.

Sukardi, menghabiskan waktu hidupnya dengan bertapa gua tersebut. Dia kemudian meneikah dengan perempuan desa setempat dan tetap tinggal di dalam gua. Pria yang sudah tutup usia itu dikaruania seorang anak laki-laki.

Menurut Anwar, ada banyak bukti bahwa Sukardi merupakan seorang pecinta tokoh proklamator tersebut. Salah satunya, gambar-gambar Soekarno dan bendera merah putih. ”Bahkan ranjang tempat tidurnya almarhum Sukardi masih ada dan dapat dilihat langsung oleh pengunjung,” jelas Anwar.

Dalam pengelolaannya, CV Jelajah Sumenep menggandeng badan usaha milik desa (BUMDes). Anwar berharap adanya Gua Soekarno dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. ”Ada 30 karyawan yang semuanya dari dasa setempat,” tukasnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia