Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Retribusi Api Alam Jadi Pemasukan Desa

10 Juni 2019, 13: 24: 23 WIB | editor : Abdul Basri

UNIK: Pengunjung berada di sekitar lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.

UNIK: Pengunjung berada di sekitar lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Meski tergolong wisata lama, api alam atau yang lebih dikenal Api Tak Kunjung Padam masih menjadi primadona. Wisata yang berada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan ini masih sering dikunjungi karena keunikannya.

Saat ini fasilitas pendukung di sekitar lokasi Api Tak Kunjung Padam tersebut relatif lengkap. Warga sekitar memanfaatkan potensi wisata tersebut untuk kebutuhan ekonomi. Mereka membangun berbagai tempat usaha. Mulai berjualan oleh-oleh, tempat nongkrong, rumah makan, dan banyak lagi fasilitas lain.

Biaya masuk ke kawasan wisata tersebut juga cukup terjangkau. Pihak pengelola hanya mematok harga Rp 5 ribu untuk sepeda motor, Rp 10 ribu untuk mobil pribadi, Rp 20 ribu untuk minibus, dan Rp 40 ribu untuk bus.

Wisata Api Tak Kunjung Padam dikelola pemerintah Desa Larangan Tokol. Tempat wisata ini juga menjadi salah satu sumber pemasukan desa. Wisata api tak kunjung padam ini juga dibuka 24 jam untuk pengunjung.

Namun, untuk berkunjung ke sana direkomendasikan saat malam hari atau saat kondisi sudah mulai gelap. Dengan begitu, api masih terlihat dan jelas. Biasanya wisata ini selalu ramai saat akhir pekan dan libur panjang.

”Kalau sedang ramai-ramainya jumlah pengunjung bisa lebih seribu,” ungkap petugas Moh. Nasir. ”Biasanya, ramainya saat musim ziarah. Orang ziarah banyak yang mampir kemari. Ada yang dari Jawa, Sumatra, Bali, banyaklah,” katanya.

(mr/aji/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia